Iklan Halaman Depan

Monday, March 21, 2022

Penjelasan Terkait Jenis dan Tipe Aneka Kabel Listrik Pada Instalasi Rumah

Seputar Informasi Terkait Kabel Listrik Yang Harus Diketahui

Terdapat banyak pertanyaan yang mungkin sebelumnya telah anda ketahui pasti jawabannya?
  • Penting kabel listrik menjadi bagian dari instalasi listrik? Kemungkinan besar sebagian banyak jawaban tentunya akan menjawab sangat penting, apabila telah memahami terkait kabel listrik.
  • Seberapa seringkah anda memakai kabel listrik untuk aktifitas kehidupan sehari-hari? Mayoritas dari jawaban kemungkinan menjawab sering, apabila telah menyadari bahwa peralatan kabel listrik selalu ada dimana saja.


  • Disadari atau tidak, maka hampir semua kehidupan kita selalu memakai kabel listrik. Memakai charger laptop, vacuum cleaner, mesin cuci, kabel rol, termasuk sebagian diantaranya. Sementara untuk charger HP memakai kabel listrik bertegangan DC kecil.

    Dengan demikian sering frekuensi pemakaiannya, apakah untuk pemahaman kita terkait kabel listrik telah cukup mengerti?

    Artikel ini akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang sangat sering muncul terkait kabel listrik. Semoga penjelasan di halaman ini bermanfaat.


    Tegangan Listrik Yang Sangat Sering Digunakan Dalam Kehidupan Sehari-hari
    Dasar pemahaman yang pertama yaitu memahami jenis tegangan listrik yang umumnya dipakai dalam kehidupan sehari-hari, yakni listrik tegangan AC maupun tegangan DC:

    Listrik AC
    AC (Alternating Current), merupakan suatu arus listrik bolak-balik. Disebut demikian karena listrik ini mempunyai bentuk gelombang sinusoidal. Artinya listrik ini mempunyai polaritas yang berubah-ubah. Dan terjadi dari kutub positif ke negatif yang mempunyai frekuensi 50 Hz untuk negara Indonesia (Negara Jepang memiliki 2 frekuensi listrik, yaitu 50 Hz dan 60 Hz).



    Tidak perlu bingung terkait penjelasan yang ada di atas. Hal ini karena bagaimanapun hal itu tidak akan kelihatan oleh kasat mata. Dibutuhkan alat bantuk khusus seperti voltmeter agar dapat mengetahui apakah kondisi listrik termasuk ke dalam kategori jenis listrik AC ataukah DC.

    Dengan cara mudah, maka listrik AC bisa ditemukan di berbagai instalasi listrik yang sumbernya merupakan dari sumber PLN. Untuk ujungnya berada di stop kontak yang kita pakai ataupun beberapa titik lampu yang sudah terpasang. Dan kemudahan lainnya, ketika memasukkan ke colokan listrik pada stop kontak tersebut boleh dilakukan secara terbalik ataupun bolak-balik yang ditukar bagian sisi kanan maupun kiri. Hal ini dikarenakan terkait sifat listrik AC yaitu bolak-balik.

    PLN yang memasok listrik AC ke seluruh tempat tinggal yang memiliki tegangan 220V (sistem 1 phase) serta tegangan 380V (sistem 3 phase). Terkait system 1 phase ataupun 3 phase tidak akan dibahas di halaman ini. Mudahnya, mayoritas untuk pelanggan listrik yang ada di perumahan (yaitu daya 450VA - 3500VA) biasanya memakai listrik 1 phase. Karena itulah untuk tegangan listrik yang terdapat di rumah kita yaitu 220V. Sedangkan untuk beberapa negara tetangga akan bervariasi tegangan pada 1 phase.

    Secara umum, untuk tegangan listrik 220V tersebut sangat berbahaya untuk makhluk hidup jika mengalir lewat tubuh, atau sering dikenal dengan istilah kesetrum. Karena itu harus ekstra berhati-hati ketika memakai listrik AC ini. Pemahaman yang sangat tepat terkait listrik akan sangat membantu untuk keselamatan diri anda.


    Listrik DC
    DC yaitu singkatan dari Direct Current, atau arus listrik searah. Disebut seperti itu, karena untuk listrik DC memiliki polaritas tegangan yang masih tetap sepanjang waktu. Karena itulah tidak terdapat perubahan yang terjadi antara kutub positif maupun kutub negatif.

    Karena sifat polaritasnya yang selalu tetap, maka listrik DC harus mencantumkan secara jelas untuk bagian sisi kutub positif maupun sisi negatif. Jangan sampai terbalik ketika penyambungannya.

    Penggunaan listrik DC bisa dijumpai di cell battery kering, Accumulator (accu/aki) ataupun keluaran charger HP maupun laptop.

    Tegangan listrik DC umumnya dimulai dari 1,2 V ataupun 9V (untuk battery kering), sedangkan 3,5V-5V (untuk charger HP) 16 V - 21V (untuk charger laptop), serta 12V (untuk batere accu). Secara umum, untuk tegangan DC tidak berbahaya pada range tertentu, kecuali terhadap accu yang dimana arus besar yang telah tersimpan di beterry accu bisa menjadi sangat berbahaya apabila terjadi kesalahan koneksi yang dapat menyebabkan masalah hubung singkat ataupun korsleting.


    Pemahaman Terkait Kabel Listrik
    Kabel merupakan suatu komponen sangat penting untuk instalasi listrik, yang memiliki fungsi menjadi penghantar arus listrik yang berasal dari satu titik menuju titik lainnya. Analogi kabel yaitu pipa air.

    Sebagai pemahaman dasar alangkah baiknya kita harus mengenal apakah konduktor maupun isolator.

    Konduktor
    Konduktor yaitu suatu bahan yang bisa menghantarkan arus listrik yang mengalir, apakah tersebut zat padat, cair ataupun gas. Karena sifatnya yang konduktif maka dikenal dengan istilah konduktor.

    Konduktor yang baik yaitu bahan yang mempunyai tahanan jenis yang sangat kecil. Biasanya bahan yang berjenis logam memiliki sifat konduktif. Karena itulah kabel listrik memakai berbahan jenis logam.

    Dilihat dari nilai tahanan jenisnya, maka konduktor terbaik yaitu yang mempunyai tahanan jenis yang paling kecil. Jika diurutkan menurut tahanan jenis mulai dari yang paling kecil ke yang besar, maka diperoleh bahan logam yaitu:
    - emas, 
    - perak, 
    - tembaga, 
    - alumunium, 
    - zink, 
    - besi.

    Emas merupakan jenis konduktor sangat baik namun untuk harganya pun sangat mahal jika dibandingkan dengan konduktor berbahan lainnya. Karena itulah tembaga maupun alumunium dipilih menjadi konduktor untuk kabel listrik karena memiliki nilai tahanan jenisnya yang tidak besar namun untuk harga bahannya juga tidak mahal.

    Isolator
    Isolator yaitu suatu bahan yang tidak dapat ataupun sangat sulit menghantarkan suatu perpindahan dari muatan listrik. Kebalikan dengan konduktor.

    Beberapa bahan yang termasuk ke dalam kategori isolator yaitu: 
    - kaca, 
    - kertas, 
    - plastik,
    - karet, 
    teflon.

    Bahan-bahan ini dipakai menjadi penghambat untuk mengalirnya arus listrik. Tujuannya yaitu untuk dapat melindungi konduktor dari kondisi sentuhan dari dunia luar khususnya sentuhan secara langsung ataupun tidak langsung oleh makhluk hidup.

    Untuk kabel listrik, maka bahan isolator yang sangat sering dipakai yaitu plastic maupun karet. Pilihan terhadap aneka bahan-bahan isolator seperti ini karena menurut segi pembuatan akan lebih mudah di bentuk serta memiliki daya hambat yang mampu ratusan hingga ribuan volt.

    Sistem Instalasi Listrik Rumah
    Sistem instalasi listrik yang biasanya dipakai di tempat tinggal yaitu listrik system 1 phase, yakni kabel yang telah disuplai lewat jaringan listrik PLN memakai 2 kawat, yakni penghantar Phase maupun Netral hingga ke meter kWh yang telah dipasang di instalasi rumah pelanggan. Kemudian berlanjut ke dalam tempat tinggal memakai system penghantar single phase, netral serta grounding. Artinya kabel listriknya hanya berisi 3 kawat saja.

    Perlu diketahui, bahwa tanggung jawab dari PLN di wilayah bangunan hunian hanya sampai pada titik kWh saja. Selain dari itu maka menjadi tanggung jawab dari pelanggan pemilik bangunan itu sendiri, yakni seperti instalasi listrik rumah hingga ke titik stop kontak maupun lampu.

    Pelanggan dengan bantuan tim BTL (Biro Teknik Listrik) yang telah direkomendasikan PLN ataupun Instalatir yang memiliki kompeten, melakukan pemasangan sendiri terhadap sistem instalasi listrik pada rumah. Persyaratan maupun standar terkait pemasangan pada instalasi listrik rumah dapat ditanyakan kepada BTL ataupun petugas instalatir listrik yang direkomendasikan PLN.

    Mengenal Jenis-jenis Kabel Listrik
    Instalasi listrik di lokasi perumahan yang secara umum memakai sistem 3 kawat yakni phase, netral maupun grounding. Masing-masing dari kawat memakai warna isolator yang pastinya berbeda. Untuk kawat phase umumnya menggunakan warna hitam, untuk warna kawat netral memakai warna biru serta untuk kawat grounding memakai warna hijau ataupun kuning hijau. Dalam standarisasi dari warna kabel seperti ini telah diatur di dalam SNI (standar nasional indonesia) dan SI (standar internasional).

    Jenis dari kabel listrik dapat dibedakan menurut penamaan kabel itu sendiri seperti misalnya NYA, NYM, NYY, maupun NYMHY. Sistem penamaan seperti ini dikenal dengan nama Nomenklatur kabel.

    menurut Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000 (PUIL2000) di dalam lampiran C telah menjelaskan terkait tata nama (nomenklatur) untuk kabel seperti ini. Menurut lampiran tersebut, maka kabel NYA, NYM, NYY maupun NYMHY artinya kabel standar memiliki penghantar jenis tembaga (huruf “N”) serta berselubung dengan kondisi isolasi berbahan PVC (Poli Vinil Chlorida) (huruf “Y”).

    Kabel Tipe NYA
    Merupakan kabel yang memiliki isolasi PVC serta memiliki inti kawat pejal (solid) tunggal. Warna isolasinya terdapat beberapa macam yakni warna merah, kuning, biru serta hitam.

    gambar contoh kabel jenis NYA

    Kabel seperti ini termasuk ke dalam jenis kabel udara (yaitu tidak ditanam ke dalam tanah). Hal ini karena struktur dari isolasinya yang hanya mempunyai satu lapis saja.

    Jika kabel jenis yang ditanam akan dikawatirkan isolasinya akan terkoyak serta menimbulkan masalah short circuit (yaitu hubungan arus pendek). Larangan seperti ini telah tertuang jelas di PUIL2000 di halaman 261.

    Jika kabel seperti ini memang ingin dipakai untuk ditanam di dalam plesteran rumah, maka wajib dipasang konduit.

    Konduit merupakan suatu bahan selubung pelindung. Konduit umumnya berbahan dari pipa PVC (namun sangat berbeda dengan material pipa PVC untuk jenis air).

    konduit metal dengan tedos

    Akan tetapi, untuk pemakaian konduit sesungguhnya tidak akan terbatas di jenis kabel NYA saja, melainkan dapat dipakai untuk jenis kabel NYM ataupun NYY. Karena memiliki tujuan yaitu untuk pelindung kabel, misalnya masalah kebakaran pada kabel akibat hubung singkat).


    Kabel Tipe NYM
    Pada dasarnya kabel jenis seperti ini ialah kabel jenis NYA yang telah dijadikan satu serta ditambahkan dengan selubung karet serta isolasi pada bagian luar-putih dan ada serbuk/powder anti panas.

    gambar contoh kabel jenis NYM


    Kabel jenis seperti ini relative akan lebih kuat. Hal ini karena mempunyai susunan material jenis conductor-isolator di dalam-filler-isolator bagian luar/seating.

    Untuk segi harga, maka kabel jenis seperti ini akan lebih mahal dibandingkan dengan jenis kabel NYA. Kabel type NYM seperti ini masih harus memakai conduit jika ditanam ke dalam dinding.

    Rekomendasi untuk memakai conduit apabila ditanam ke dalam dinding pun telah tertuang dalam PUIL2000.


    Kabel Tipe NYY
    Kabel dengan tipe NYY yang sering terpasang pada sistem instalasi listrik yang ada di rumah

    Warna khas dari kabel jenis ini yaitu warna hitam dengan bentuk isolasi PVC yang ganda sehingga akan lebih kuat.

    Karena bentuknya lebih kuat dari kondisi tekanan dari gencetan serta air, maka pemasangannya dapat dipasang untuk sistem outdoor, termasuk dapat ditanam ke dalam tanah dengan cara langsung.

    Kabel seperti ini pun sangat direkomendasikan untuk jenis lampu taman serta di luar rumah. Dari segi harga, maka jenis kabel seperti ini akan lebih mahal jika dibandingkan dengan dua jenis kabel yang dijelaskan di atas.


    Kabel Tipe NYMHY

    Kabel NYMHY merupakan jenis kabel berbahan tembaga serabut.

    Kabel jenis seperti ini tentunya relatif lebih fleksibel. Hal ini karena konduktornya jenis serabut. NYMHY mempunyai isolator jenis PVC ganda dengan konstruksi susunan material dari bahan conductor-isolator di dalam isolator bagian sisi luar/seating.

    gambar contoh kabel jenis NYMHY

    Untuk penerapannya, maka kabel jenis seperti ini paling cocok untuk dipakai di peralatan instalasi listrik yang bergerak misalnya peralatan listrik tangan, seperti gerinda tangan, solder, bor, dll.

    Namun untuk kabel jenis seperti ini tidak boleh digunakan pada instalasi listrik di rumah yang memiliki sifat tetap misalnya dipasang di tembok ataupun stop kontak. Karena hal ini jenis kabel tembaga serabut tidak mempunyai eratan koneksi yang sekokoh dengan kabel berinti kawat tunggal. Kawat serabut yang kemungkinan tidak semua dari serabutnya akan tersambung baik di koneksi terminal, karena kondisi inti dari serabutnya sangat banyak. Berbeda halnya dengan kawat jenis inti pejal yang hanya memiliki satu saja.

    Rekomendasi terkait pemakaian kabel yang memiliki type NYMHY juga telah tertuang di peraturan PUIL2000.


    Kuat Hantar Arus (KHA)
    Apa yang dimaksud dengan KHA?

    Dalam istilah PUIL, untuk besarnya kapasitas dari hantaran kabel yang disebut dengan istilah Kuat Hantar Arus (KHA). Secara perhitungan matematik, maka kondisinya KHA Kabel > KHA beban. Hal seperti ini harus diterapkan agar tidak terjadi suatu kerusakan di isolasi kabel yang telah disebabkan oleh masalah kabel terhadap kelebihan arus beban hingga muncul panas berlebihan serta terjadi masalah kebakaran.

    Perhitungan seperti ini merupakan suatu perhitungan terhadap kondisi kabel yang baru. Hal ini karena jika kabel yang dipakai telah lama akan terjadi masalah degradasi terhadap kemampuan isolasi.

    PUIL 2000 menjelaskan ketentuan terkait besarnya diameter dari media penghantar kabel serta maksimum KHA secara terus-menerus yang diizinkan terhadap kabel jenis NYA, NYM maupun NYY. Sedangkan untuk kabel jenis NYMHY yang akan kita bahas diatas tidak mempunyai table. Hal ini karena untuk aplikasinya, masalah beban yang dipakai merupakan beban bergerak tidak dipakai secara terus menerus.


    Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYA

    Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM


    Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY



    Dari tabel yang ada di atas, maka satu hal yang harus diperhatikan yaitu faktor dari temperatur lingkungan yang ada di luar kabel. KHA yang telah dinyatakan di dalam tabel tersebut akan berlaku secara maksimum temperatur yang ada di sekitar kabel hingga 30 Cdeg. Lebih dari itu, maka akan menyebabkan kondisi turunnya nilai dari KHA kabel. Terdapat faktor koreksi yang perlu diperhitungkan yang cocok dengan besarnya lingkungan.


    Beberapa Tips Bermanfaat
    Jangan menggunakan kabel speaker ataupun kabel sound system menjadi kabel listrik. Kabel serabut dipakai untuk penghantar listrik yang membutuhkan kelenturan misalnya kabel rol serta sifatnya hanya sementara ataupun berpindah-pindah.

    Kabel serabut tidak boleh dipakai buat kabel instalasi listrik yang memiliki sifat tetap, misalnya ditanam ke dalam dinding. Untuk hal seperti ini pakailah kabel yang memiliki inti kawat tunggal.

    Untuk pemakaian kabel tunggal misalnya NYA sebagai material penghantar listrik, maka pakailah konduit sebagai bahan pelindung. Hal ini karena isolasi kabel seperti ini hanya memiliki satu lapis. Apabila mengalami kerusakan akibat terkoyak ataupun terkelupas, maka kondisi ini akan sangat berbahaya apabila tersentuh oleh makhluk hidup.

    Konduit pun dipakai pada sistem instalasi listrik di rumah yang memiliki kabel ditanam di dalam dinding. Selain memiliki fungsi sebagai pelindung, maka konduit pun akan memudahkan jika terjadi penggantian kabel. Tidak perlu lagi membongkar-bongkat dinding kembali.

    Warna isolasi kabel untuk media:
    - Penghantar netral yaitu warna biru 
    - Ground yaitu warna hijau ataupun kuning hijau. 

    Hal seperti ini sangat sesuai dengan standar dari PUIL. Sedangkan untuk warna media penghantar phase yaitu selain dari jenis warna yang dijelaskan tersebut. Pengenalan warna seperti ini sangat penting agar dapat menghindari kesalahan terhadap masalah koneksi kabel.

    Pakailah Circuit Breaker agar dapat mencegah terjadinya masalah gangguan misalnya hubung singkat, atau beban lebih (yakni overload) bahkan gangguan phasa ke tanah (yakni ground fault).

    Semoga artikel di halaman ini memiliki manfaat untuk anda bagi yang belum memahami terkait instalasi kabel listrik.

    BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

    Halaman Berikutnya