Iklan Halaman Depan

Saturday, March 12, 2022

Hitunglah Jumlah Watt Lampu yang Efektif Sesuai Area Pencahayaan. Begini Caranya

Berapa Terangkah Cahaya Yang Kita Perlukan?
Pertanyaan seperti ini sangat sering muncul ketika kita akan memilih daya lampu untuk kondisi penerangan di rumah. Seberapa besar watt lampu untuk cahaya yang diperlukan ataukah seberapa banyak jumlah lampunya?

Apabila cahaya lampunya telah melebihi standar kebutuhan, maka mata akan sangat cepat merasa lelah. Hal ini karena silau serta pastinya akan terjadi pemborosan daya terhadap penggunaan energi listrik. Namun apabila cahaya lampunya sangat kurang maka kondisi mata pun akan sangat cepat lelah. Hal ini karena harus bekerja ekstra keras untuk bisa melihat benda dengan baik.

Artikel di halaman ini memberikan langkah praktis agar dapat menjawab pertanyaan seperti ini. Mungkin hasilnya dapat tidak tepat, hal ini karena bicara terkait pencahayaan seperti ini merupakan bicara terkait rasa masing-masing. Ada pribadi yang merasa sangat nyaman dengan kondisi cahaya yang terang serta ada juga sebaliknya. Namun terlepas dari hal itu semua, di artikel ini semoga dapat membantu anda semua untuk memperoleh penerangan yang sangat baik sesuai harapan anda.


Konsep Dasar Yang Harus Dipahami
Untuk dapat menghitung seberapa besar cahaya atau watt yang diperlukan, maka kita harus memahami terlebih dahulu istilah-istilah yang dipakai pada pencahayaan. 

Yakni istilah dari:
- Candela, 
- Lumen,
- Lux.


Candela
Candela merupakan satuan cahaya yang dianggap setara dengan cahaya lilin. Cahaya lilin memiliki sifat menyebar. Karena itu semakin besar nilai angka dari Candela maka akan semakin kuat cahaya tersebut yang menyebar.

Candela yang termasuk perhitungan satuan cahaya lilin yang hal ini dianggap sebagai suatu angka satuan cahaya lampu. Candela dihitung berdasarkan kekuatan dari sinar cahaya secara keseluruhan. Tidak peduli dengan kondisi hasil angka dari arah cahaya maupun hasil akhir dari kekuatan cahaya yang ada di lokasi suatu tempat.


Lumen
Lumen merupakan satuan yang menyatakan suatu kekuatan dari total dari sumber cahaya, seperti lampu. Karena itu untuk lampu akan selalu dicantumkan total nilai lumen-nya.

Nilai Lumen tidak menghitung faktor dari intensitas cahaya lainnya, namun hanya yang terdapat pada sumber cahayanya saja dengan kondisi arah cahaya yang telah mengarah kesatu sisi.

Tidak peduli apakah kondisi lampunya memiliki bentuk spot-beam sehingga akan terlihat lebih terang ataupun yang dibuat menyebar sehingga akan tampak tidak begitu terang. Tetap saja nilai yang dipakai merupakan lumen sebagai tingkat angka kecerahan cahaya di suatu bidang yang akan di sinarinya.


Lux
Lux merupakan suatu nilai yang dihitung sebagai suatu penyebaran penerangan dari kondisi sebuah cahaya lampu, dengan cara memperhitungkan tingkat dari rata-rata cahaya yang sangat kuat serta mengabaikan cahaya rendah yang telah bias.

Lux dipakai sebagai kondisi dari hasil akhir yang diberikan oleh cahaya lampu pada titik tersebut. Bukan dilihat dari suatu kekuatan cahaya yang ada di titik lampu. Karena itu Lux biasanya dipakai untuk satuan standar dalam tingkat pencahayaan lampu yang ada di rumah.

Contohnya jika dihitung dengan nilai 100 Lux pada satu titik kecil maka akan tampak cahaya yang paling terang. Tetapi jika titik tersebut dibuat menjadi lebih lebar ataupun dibias yang lebih lebar maka kondisi nilai Lux akan terus menurun karena hasil akhir intensitas dari pencahayaan akan lebih redup dengan nilai pembiasan.

Untuk satuan nilai yang akan dipakai di perhitungan nanti yaitu Lux dan Lumen. Jadi dengan cara mudahnya, lumen merupakan tingkat pencahayaan yang akan dihasilkan oleh lampu, sedangkan untuk lux merupakan pencahayaan di bidang yang akan disinari.

Contohnya, lampu 7 Watt yang akan menghasilkan nilai 560 lumen apabila dipasang di suatu ruangan toilet yang memiliki ukuran total panjang x lebar yaitu 1,5 x 1,5 M2 dengan bentuk tinggi standar 3 meter, maka akan tampak sangat terang. Artinya nilai dari lux-nya besar. Namun jika lampu yang sama telah dipasang di suatu ruangan yang memiliki ukuran 6 x 6 M2 dengan kondisi tinggi sama maka tingkat cahayanya akan kelihatan kurang terang. Dalam hal ini maka nilai lux-nya akan menurun.

Karena itu 1 lux yang dihitung akan setara dengan nilai 1 lumen per meter persegi.

Artikel terkait spesifikasi yang harus diketahui untuk memilih lampu yang sangat hemat energi mungkin dapat membantu kita untuk dapat lebih memahami terkait lux maupun lumen ini.



Menentukan Cahaya Yang Diperlukan di Suatu Ruangan
Untuk menentukan cahaya seperti ini, maka salah satu pedoman yang dapat dipakai yaitu tabel SNI- 03-6197-2000 yang dimana ada standar lux yang diperlukan untuk setiap ruangannya.

Contohnya yaitu ruang kerja memiliki ukuran panjang x lebar yaitu 3 x 4 meter, sehingga luasnya yaitu 12 M2. Berapakah kebutuhan cahaya lampu yang sesuai?


Dari tabel diatas, maka tingkat dari pencahayaan yang sangat sesuai untuk kondisi ruangan kerja yakni antara nilai 120~250lux. Kita ambil kondisi nilai tengahnya yaitu sebesar 185 lux. Nilai seperti ini masih cukup terang untuk tingkat kebutuhan kondisi pencahayaan yang cukup untuk kegiatan kerja ataupun membaca.


Dari penjelasan sebelumnya,

Lux = Lumen per meter persegi, atau
Lux = Total Lumen / Luas Ruang

Maka :
Total Lumen = Lux x Luas Ruang 
185 lux x 12M2 = 2.220 lumen

Setelah memperoleh angka nilai Total Lumen, maka selanjutnya Anda dapat menentukan kondisi jenis lampu apakah yang ingin Anda pilih. Apakah itu termasuk jenis Fluorescent (Neon), (LED) Light Emitting Diode, atau Lampu Pijar (Bohlam).

Sebagai catatan, untuk lampu yang terpasang yaitu model standar perumahan dengan kondisi fiting lampu yang biasa, bukan bentuk model downlight. Karena perhitungannya pasti akan berbeda.

Setelah diketahui nilai lumen, maka berapa banyakkah lampu yang diperlukan?



Contoh dari kemasan atau box lampu yang ada diatas, nilai lumen yang tertera yakni 7W/560 lumen, artinya akan diperlukan sebanyak nilai: 
2220/560 = 3,96 --> bisa dibulatkan jadi 4 titik lampu.

Dari ilustrasi total perhitungan yang ada di atas maka akan menunjukkan bahwa untuk kondisi suatu ruangan seluas 12m2, jika dipilih untuk lampu daya 7 watt maka membutuhkan 4 titik lampu.


Ini Tips dan Triknya
Hasil dari perhitungan yang ada diatas dengan total 4 titik lampu sesungguhnya bukan merupakan hasil yang mutlak. Kita harus mempertimbangkan kembali faktor dari segi biaya untuk masalah instalasi dari 4 titik lampu itu.

Terdapat beberapa pilihan yang dapat jadi solusi untuk anda.


Gunakan Lampu Dengan Watt Lebih Besar
Lampu yang memiliki Watt lebih besar akan memiliki nilai Lumen yang nilainya lebih besar juga. Contohnya yaitu untuk lampu seperti ini:



Lampu di atas memiliki spesifikasi 23W, 1600 lumen. Dengan perhitungan:

Lux = Lumen/Luas Ruangan. Maka Lux yang akan dihasilkan yaitu 1600/12 = 133,3 Lux

Nilai 133 Lux masih termasuk ke dalam rekomendasi dari tingkat pencahayaan untuk kondisi ruang kerja dari daftar tabel yang ada di atas yakni antara 120-250 Lux. Jadi cukup dengan memiliki satu titik lampu sudah cukup.

Jadi yang harus diperhatikan yaitu bukan seberapa banyak total titik lampunya, namun berapa nilai dari lux yang masih terpenuhi syarat.


Gunakan Lampu Baca atau Lampu Meja
Pilihan memakai lampu dengan Watt yang nilainya besar dapat menimbulkan kondisi pemborosan terkait pemakaian energi listrik. Karena mungkin saja lampu yang ada di ruangan itu akan menyala lebih lama, sedangkan untuk waktu kerja hanya sesaat.

Untuk itu terkait solusi dengan penggunaan lampu meja ataupun lampu baca dapat menjadi suatu solusi hemat energi.

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya