Iklan Halaman Depan

Wednesday, March 23, 2022

ELCB Peralatan Untuk Pengaman Arus Bocor Pada Listrik

Salah Satu Proteksi Listrik Selain MCB
Dari data yang telah diberikan dari salah satu perusahaan dari penyedia komponen listrik bertaraf skala nasional. Maka dikatakan bahwa sekitar 30% gangguan listrik yang terjadi di instalasi bukan karena disebabkan akibat beban secara berlebih ataupun karena hubung singkat. Hal ini dapat terjadi karena gangguan isolasi, yakni karena perlengkapan isolasi maupun pengkabelan yang sangat buruk ataupun kesalahan ketika penggunaan alat. Resiko yang sering terjadi yakni karena hal ini yaitu terjadi kerusakan di peralatan (muncul api) serta manusia (yang menyebabkan kematian karena kesetrum)

Perbandingan ELCB dengan MCB


Resiko Kebakaran
Jika arus bocor terjadi di suatu material bahan yang kondisi normalnya tidak terjadi suatu masalah arus listrik yakni ditemukan adanya suatu masalah peningkatan suhu yang anomali (tidak normal). Suhu yang tinggi seperti ini bisa menyebabkan masalah kerusakan di kabel ataupun percikan api di material tersebut serta memiliki potensi terjadi masalah kebakaran.

Resiko akan kematian
Jika terjadi terhadap manusia, maka dikenal dengan istilah Electrocution. Yakni mengalirnya arus listrik ke seluruh tubuh manusia. Hal seperti ini akan sangat berbahaya, hal ini karena aliran arus dapat merusak dua fungsi di dalam tubuh yang sangat vital yaitu: pernapasan maupun detak jantung. Dari penelitian telah dinyatakan bahwa untuk skala resiko menurut dua faktor yakni arus pengenal serta lamanya waktu kontak.

Proteksi yang Disediakan ELCB
Pada dasarnya alat seperti ini yaitu suatu saklar listrik yang beroperasi secara otomatis serta dirancang khusus agar dapat mendeteksi terdapat arus listrik yang mengalir karena tegangan bocor di sistem instalasi serta peralatan listrik. Oleh sebab itu ELCB seharusnya dipasang di instalasi listrik agar dapat melengkapi fungsi proteksi ataupun pengaman yang ada di Miniature Circuit Breaker (MCB).

ELCB memberikan 2 jenis proteksi (pengamanan):

A. Kontak Langsung dan Tak Langsung
Kontak secara langsung terjadi jika manusia telah memegang dengan langsung kawat ataupun kabel fasa yang bertegangan. Pada dasarnya untuk pengamanan terhadap masalah resiko kontak secara langsung yaitu isolasi kabel fasa tegangan serta pemakaian boks panel dan lainnya.

Namun untuk pengamanan tambahan, maka sangat direkomendasikan memakai ELCB agar dapat mencegah banyaknya resiko yang masuknya arus listrik ke dalam seluruh tubuh manusia.

Standar IEC telah menetapkan terkait pemasangan ELCB dengan tingkat sensitifitas 30 mA agar dipasang di instalasi rangkaian stop kontak ataupun instalasi listrik yang ada di kamar mandi. Dimana ELCB akan secara otomatis trip jika terdapat arus bocor yang telah terdeteksi yang melebihi ambang batas yaitu 30 mA.

Sedangkan kontak secara tak langsung dapat terjadi jika manusia telah memegang bagian logam yang memiliki tegangan karena adanya kegagalan isolasi. Besarnya masalah arus bocor akan tergantung dengan resistans bocor serta penyambungan netral. Arus bocor tersebut akan kembali ke sumbernya melewati konduktor pengaman yang tersedia ataupun lewat bumi. Oleh sebab itu, pengaman ELCB dengan tingkat sensitifitas 30 mA akan sangat direkomendasikan menjadi pengaman kontak secara tak langsung.


B. Pengaman Peralatan
Terdapat data yang menjelaskan bahwa untuk arus 500mA di 2 (dua) titik kontak pada dua logam bertegangan yang saling berdekatan bisa menyebabkan adanya percikan api. Karena itu sistem pembumian yang dipakai dalam pengaman terhadap bahan api harus dilengkapi khusus dengan tingkat sensitifitas pengaman : In
<300 br="" ma.="">
Pada sisi lainnya, untuk arus bocor seperti ini tidak akan terdeteksi oleh MCB. Oleh sebab itu MCB tidak akan mengalami trip/jatuh.


Prinsip kerja ELCB
Pasti selalu bertanya-tanya terkait bagaimana caranya peralatan ELCB ini dapat mendeteksi terkait tegangan bocor? Coba perhatikanlah bentuk fisik dari ELCB tersebut secara seksama. Pada ELCB 1 phase maupun 3 phase terdapat relay yang akan mendeteksi masalah perbedaan arus listrik yang ada di seluruh kawat penghantar (phase dan netral).

Jika diperhatikan dari jumlah terminal pada kabel, maka akan sangat mirip sekali dengan Miniature Circuit Breaker (MCB) 2 pole maupun 4 pole. Berikut ini adalah perbandingan bentuk fisik antara ELCB dengan MCB.

Pada ELCB, maka relay tersebut akan mendeteksi suatu perbedaan listrik yang terjadi antara seluruh kawat penghantar. Jika mengalami suatu perbedaan arus hingga pada besaran tertentu, maka untuk relay akan memutuskan secara otomatis kontak utamanya. Secara teori, maka prinsip kerja dari proteksi ELCB akan mengacu di Hukum Kirchoff 1.

Hukum Kirchoff 1
yaitu yang berbunyi arus masuk = arus keluar.

Hukum Kirchoff 1


Menurut Rangkaian yang ada di atas, maka bisa dirumuskan bahwa:

I1 + I2 + I3 = I4 + I5 + I6

Jika kondisi dari salah satu I (Arus) mengalami nilai yang berbeda maka kondisi seperti ini tidak seimbang serta akan mentriger relay di peralatan ELCB untuk melakukan pekerjaan dalam memutuskan rangkaian listrik. Meski begitu, masih ada toleransi arus bocor yang masih diizinkan sebelum proteksi ELCB ini bekerja dalam memutuskan suatu rangkaian listrik.

Biasanya ELCB yang ada di pasaran mempunyai rating arus bocor yaitu 30mA serta 300mA. Jika semakin kecil untuk rating arus bocor dari proteksi ELCB maka akan semakin aman untuk makhluk hidup jika terkena masalah sengatan listrik. Namun terdapat hal negatif pula yakni jika kondisi dari rangkaian listrik telah tidak sebaik ketika pemasangan awal, yang dimana kemungkinan besar terdapat arus bocor dalam instalasi tersebut dengan nilai sangat kecil, maka proteksi ELCB akan sering trip. Hal ini dikarenakan proteksi ELCB tersebut cukup sangat sensitive untuk mendeteksi arus bocor yang ada di rangkaian tersebut.

Rating ELCB
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, untuk rating ELCB agar dapat memproteksi arus bocor yaitu sebesar 30mA serta 300mA. Namun perhatikan pula rating terkait besarnya arus listrik di kawat penghantarnya. Untuk hal ini maka sebaiknya untuk rating arus listriknya maka minimum tidak akan kurang dari suatu rating MCB yang telah terpasang. Misalnya rating MCB yang terpasang yaitu 10A, maka dapat dipilih untuk rating ELCB yang minimum yaitu 10A serta proteksi 30mA.

Apakah keuntungan memakai ELCB yang telah dipasang menggunakan MCB?
ELCB memiliki fungsi untuk mendeteksi arus bocor. Sehingga manusia dapat terlindungi dari arus bocor tersebut. Sedangkan MCB memiliki fungsi untuk memproteksi beban berlebihan (overload) serta hubung-singkat (short-circuit). 

Apa kelemahan menggunakan ELCB?
Sesuai dengan fungsinya, ELCB bekerja jika terjadi masalah arus bocor. Jika instalasi listriknya tidak bagus, maka kemungkinan besar peralatan ELCB akan selalu trip serta suplai listrik akan terputus. Karena itu maka pastikanlah instalasi listriknya kondisinya masih bagus. Meskipun kondisi seperti ini sebenarnya bisa dijadikan suatu indikasi apakah instalasi listrik masih sangat bagus ataukah tidak.

Sedangkan jika ditinjau lewat sisi harga, maka harga ELCB masih lebih mahal jika dibandingkan dengan masalah harga MCB dengan masalah terkait rating arus kerja yang sama.

Bagaimana cara untuk menentukan kapasitas dari circuit breaker yang telah sesuai dengan tingkat kebutuhan?

Demikian artikel singkat terkait ELCB ini. Semoga dapat mempermudah agar bisa memahami pentingnya proteksi ELCB di rangkaian instalasi listrik serta bagaimana cara memilih rating proteksi ELCB yang sesuai dengan kebutuhan kita.

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya