Iklan Halaman Depan

Sunday, March 13, 2022

Cara Menentukan Total Kebutuhan AC yang Diperlukan Sesuai Luas Ruangan

Beberapa Faktor Penentu Besarnya Kapasitas AC yang Diperlukan
AC ataupun Air Conditioner sekarang ini telah menjadi alat listrik yang dianggap penting untuk kebanyakan orang yang bermukim di perkotaan, terutama di kota besar daerah tropis. Hal ini karena suhu dari lingkungan yang terjadi di kota besar biasanya telah dirasakan tidak nyaman lagi, bahkan di malam hari.



AC memiliki fungsi utama sebagai suatu alat yang dapat membantu untuk tercapainya suhu ataupun temperatur yang sangat nyaman untuk penghuninya. Berapa derajat suhu yang telah dianggap nyaman dinilai cukup relatif, semuanya tergantung kepada individu masing-masing.

Sebagai suatu referensi, untuk SNI (Standar Nasional Indonesia) No. 03-6572-2001 telah menjelaskan rekomendasi untuk tingkat dari kenyamanan pada suhu di suatu daerah tropis yang akan terbagi menjadi:

1. Sejuk yakni temperatur efektif pada suhu 20,5°C hingga 22,8°C serta RH (Relative Humidity) ataupun Kelembaban Relatif dengan nilai 40% - 60%

2. Nyaman yakni temperatur efektif pada suhu 22,8°C hingga 25,8°C serta RH antara 40% - 60%.

3. Hangat yakni temperatur efektif pada suhu 25,8°C-27,1°C serta RH 40% - 60%.



Apabila suatu saat anda ingin membeli AC ataupun tertarik untuk program promosi yang telah ditawarkan kemudian pada akhirnya sangat ingin membelinya. Maka pertanyaan yang umumnya muncul yakni seberapa kapasitas dari AC yang sangat sesuai untuk kebutuhan anda?

Kali ini kita akan mencoba untuk mengulas metodenya agar dapat membantu untuk menjawab pertanyaan anda.


Metode Yang Sangat Mudah
Metode sangat mudah yang dapat dilakukan yakni bertanya langsung ke penjualnya, berapa besarkah kapasitas AC yang sangat sesuai untuk kebutuhan. Karena penjual yang baik pastinya lebih mengerti dan memberikan solusi terkait seluk-beluk dari AC serta perhitungannya.

Mungkin anda akan diminta beberapa informasi terkait luas dari ruangan maupun pemakaiannya (apakah khusus untuk ruang tidur, ruang belajar, kantor ataukah lainnya). Setelah itu, maka anda akan menerima beberapa saran terkait berapa PK dari kondisi AC yang dibutuhkan serta modelnya.

Mungkin akan muncul pertanyaan, apakah yang dimaksud dengan PK? Dan seberapa besarkah daya listrik yang dikonsumsinya nanti? Untuk hal seperti ini, maka kita akan memberikan pemahaman dasar terkait beberapa istilah tersebut.


Istilah Teknis Yang Sangat Umum Terkait AC
Istilah yang kemungkinan sering didengar terkait AC yakni istilah PK, serta istilah lainnya yang telah berkorelasi dengan AC yakni Watt/KW, HP, serta BTU. Bagaimana istilah seperti ini saling berhubungan, simak penjelasan berikutnya.


PK atau HP
PK ataupun Paard Kracht yaitu suatu satuan yang dipakai untuk pengukuran daya. Paard Kracht merupakan Bahasa Belanda yang artinya Daya Kuda. Dikenal Horse Power ataupun HP di Bahasa Inggris.

Istilah PK sebagai suatu satuan daya sangat banyak dipakai di dunia AC, sedangkan untuk istilah HP sangat banyak dipakai di beberapa mesin lainnya, seperti halnya electromotor ataupun dinamo. Jadi PK sama dengan HP.

Secara umum, untuk HP/PK (Paard Kracht/Daya Kuda/Horsepower) merupakan suatu satuan pengukuran daya (atau tingkat yang dimana pekerjaan harus dilakukan). Satuan ini diadopsi di akhir abad tahun ke-18 oleh seorang insinyur daru Skotlandia yaitu James Watt untuk dapat membandingkan output dari suatu mesin uap dengan perbandingan kekuatan rancangan kuda. Tenaga kuda mekanik seperti ini ataupun disebut sebagai suatu tenaga kuda kekaisaran, sangat persis mempunyai kekuatan sekitar 550 kaki-pon per detik ataupun yang kurang lebih setara dengan sekitar 745,7 watt, nilai seperti ini yang dibulatkan jadi 746 watt.



Watt atau kW (kilowatt)
Watt (W) yakni satuan turunan dari SI (Standar Internasional) untuk satuan daya. Sama-sama termasuk satuan daya seperti halnya PK atau HP, namun untuk Watt sering dipakai untuk menghitung total daya listrik yang dipakai.

Secara umum, hubungan antara PK dengan Watt yaitu 1 PK=1 HP setara 746 Watt. Jadi jika AC 1 PK mengkonsumsi total daya listrik sekitar 746W.

Namun dengan perkembangan teknologi sekarang ini, maka AC sebesar 1 PK tidak lagi benar menyerap total daya sebesar 746W tersebut. Daya listrik yang telah dikonsumsi akan sangat jauh lebih kecil. Hanya saja untuk harganya pasti lebih mahal.


BTU
Satuan lainnya yang sangat sering dipakai di dunia AC yakni BTU. BTU merupakan suatu satuan energi serta termasuk singkatan dari British Thermal Unit. Satuan BTU ini seiring dengan waktu berjalan digantikan dengan satuan SI (Standar Internasional) yakni Joule (J).

1 BTU telah didefinisikan sebagai suatu jumlah panas yang diperlukan untuk dapat meningkatkan kondisi suhu 1 pound (yaitu sekitar 454 gram) kandungan air sebanyak 1 derajat Fahrenheit. Jadi untuk 143 BTU diperlukan untuk mencairkan sekitar 1 pound es.

Mengapa satuan BTU ini dipakai untuk perhitungan AC?

AC bekerja untuk dapat menurunkan temperatur ataupun suhu pada suatu ruangan. Yang dirasakan yakni suhu ruangan menjadi sangat dingin ketika unit AC bekerja. Dinginnya suatu suhu ruangan yang disebabkan oleh kalor/panas pada ruangan itu akan diserap serta dipindahkan keluar ruangan oleh unit AC.

Jadi prinsip kerja dari AC secara umum yaitu memindahkan kalor yang berada di dalam suatu ruangan supaya suhunya menjadi turun ataupun dingin jika dibandingkan dengan suhu yang ada di luar. Apabila anda memeriksa komponen unit AC yang berada di bagian luar (yaitu dikenal unit condenser) maka udara yang telah dihembuskan akan terasa sangat panas.

Sedangkan BTU merupakan jumlah energi panas yang terdapat di dalam suatu ruangan tersebut. Energi panas ini dapat berasal dari suatu panas tubuh karena beberapa aktifitas, peralatan elektronik yang telah menghasilkan panas misalnya PC, TV dan lainnya.

Semakin besar nilai dari BTU-nya maka akan semakin besar juga jumlah energi panas bahkan tentunya kapasitas dari AC yang dibutuhkan untuk dapat memindahkan panas seperti ini akan semakin besar pula. Jenis aktifitas manusia, dan peralatan yang ada serta kondisi luas ruangan sangat berpengaruh dengan besarnya nilai BTU ini, serta pastinya berpengaruh terhadap kapasitas AC yang dibutuhkan.

Karena itu, apabila anda berkonsultasi kepada orang yang memahami AC, maka informasi tersebut akan menjadi suatu bahan pertimbangan terkait perhitungan dari kapasitas AC yang dibutuhkan.

Perhitungan dengan variabel-variabel seperti itu (seperti faktor luas ruangan, peralatan yang terdapat di dalam ruangan, jenis aktifitas di dalam ruangan, atau lainnya) kemungkinan akan menjadi sedikit lebih rumit. Karena itu akan dijelaskan metode terkait perhitungan yang sangat sederhana supaya dapat anda pakai secara mudah untuk menjadi patokan awal dalam memilih kapasitas unit AC.


Metode Perhitungan Sederhana
Terdapat metode perhitungan yang sangat sering dipakai untuk dapat menentukan dari kebutuhan kapasitas AC. Caranya yaitu sebagai berikut:

Panjang Ruangan x Lebar Ruangan x 500

Keterangan:
500 = nilai koefisien.

Contoh: 
Ruangan 3 x 4 Meter persegi, maka untuk besar PK AC yang diperlukan yaitu:

3 x 4 x 500 = 6000 Btu

Konversi BTU ke PK yakni sebagai berikut :

Diperoleh kapasitas AC yang dibutuhkan yakni PK.

Perhitungan ini sangat relatif, hal ini karena mengesampingkan kondisi peralatan elektronik yang merupakan penghasil panas misalnya lampu, TV, PC atau lainnya. Juga terkait jumlah penghuninya.

Jika ruangan sebesar ini dihuni oleh 2 orang, maka kondisinya lebih baik memakai AC 1 PK berkapasitas 9000 BTU. Hal ini karena 1 orang yang dihitung memiliki energi panas sekitar 500 BTU.

Jadi 6000 BTU + (2x 500) BTU = 7000 BTU. 
Setara dengan AC 1 PK

Walaupun sesungguhnya, AC 1 PK masih dapat mencukupi, khususnya apabila anda tidak terlalu menyukai kondisi suhu ruangan yang sangat dingin.

Perhitungan tersebut berlaku untuk kondisi ruangan dengan kondisi tinggi standard 3 meter. Apabila tinggi ruangannya lebih tinggi, maka untuk setiap 1 meter ketinggian bangunan akan ditambahkan dengan 1000 BTU.

Sekali lagi ditekankan, bahwa kondisi perhitungan tersebut hanya bersifat patokan saja. Hal ini karena perhitungan riil sesungguhnya memerlukan banyak faktor variabel yang akan dimasukkan selain dari kondisi luas ruangan. Contohnya:

  • Ruangan untuk gymnasium, yang dimana orang akan berkeringat, akan sangat membutuhkan AC dengan tingkat kapasitas lebih besar.
  • Ruangan dengan banyak PC, yang tentunya merupakan penghasil panas juga memerlukan kapasitas AC yang sangat besar.
  • Ruangan dapur akan memperhitungkan kondisi panas dari sumber kompor, rice cooker atau lainnya.
  • Ruangan kantor akan memperhitungkan kondisi panas dari sumber peralatan maupun jumlah penghuninya, atau lainnya



  • Beberapa Tips
    Mungkin beberapa tips di bawah ini bermanfaat untuk anda:
  • Apabila ruangannya cukup luas dengan kondisi dibagi partisi. Maka memakai 2 ataupun lebih unit AC agar dapat memudahkan untuk mengatur suhu ruangan yang dibutuhkan serta dapat menghemat konsumsi listrik dengan cara mengatur mana yang harus ON atau OFF, jika dibandingkan dengan apabila hanya memasang 1 unit AC berkapasitas besar, yang dimana unit tersebut akan sangat sering beroperasi. Tetapi perhitungkan pula biaya untuk pembelian, pemeliharaan serta konsumsi listriknya.
  • Dalam beberapa hal, untuk rumah yang kondisinya menghadap ke barat membutuhkan kapasitas AC yang sangat besar, hal ini karena panas dari matahari akan lebih tinggi di jam 12 - 14 pada siang hari hingga menjelang sore jika dibandingkan di pagi hari.
  • Pemeliharaan unit AC yang dilakukan secara teratur bisa membantu untuk dapat menjaga kinerja unit AC supaya kapasitas outputnya dapat optimal dengan cara konsumsi listrik yang sangat sesuai. Biasanya pekerjaan pemeliharaan unit AC akan berkisar setiap durasi 3-4 bulan sekali. Namun apabila unit outdoor (yaitu condenser) anda telah berada di daerah pinggir jalan yang sangat ramai serta berdebu, maka untuk jadwal pemeliharaan dapat lebih cepat.
  • Pemasangan unit outdoor (condenser) yang sangat ideal yaitu di tempat terbuka. Sehingga panas yang akan keluar dapat dibuang langsung ke alam bebas. Dibandingkan apabila dipasang di dalam rumah, hal ini karena panas yang telah terkumpul dapat mempengaruhi kinerja unit AC tersebut.
  • Ada juga saran yang telah menjelaskan bahwa untuk pemasangan unit indoor (evaporator) maka sebaiknya tidak secara langsung menghadap arah pintu. Hal ini karena panas yang berasal dari pintu yang secara terbuka akan langsung terserap oleh AC. Ini hanya sekedar saran saja.


  • Semoga artikel ini memberi manfaat untuk anda yang ingin merencanakan untuk membeli AC ataupun hanya sekedar menambah beberapa informasi saja. Mohon maaf apabila artikel di bawah ini tidak dapat membahas terkait pilihan model ataupun jenis AC yang beredar sekarang ini.

    BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

    Halaman Berikutnya