Iklan Halaman Depan

Sunday, February 6, 2022

Panduan Cara Matikan Windows Update Otomatis Untuk Sistem Windows 10

Pernahkah kuota internet anda habis mendadak karena terdapat auto update pada sistem Windows yang begitu besar? Untuk para pengguna sistem Windows 10 tentunya sangat sering mengalaminya.

Fitur update yang bekerja otomatis di sistem Windows 10 kadang tidak disenangi oleh para penggunanya. Tidak sedikit pula sesudah melakukan install sistem windows 10, maka mereka akan langsung mematikan fitur update otomatis ini. Hal seperti ini bukan tanpa sebab. Ketika proses update sedang berjalan, maka sistem Windows akan memakai sebagian besar untuk koneksi internet anda sehingga dapat menyebabkan kondisi kecepatan internet menjadi sangat lambat. Selain itu, untuk para pengguna internet yang memiliki kuota terbatas, untuk hal seperti ini tentunya akan sangat merugikan. Hal ini karena kuota mendadak terpakai sampai habis untuk melakukan proses update tanpa diketahui.

Tidak hanya itu saja, kadang untuk proses update seperti ini memerlukan restart komputer yang sangat lama. Apabila proses restart itu terjadi ketika kondisinya tidak tepat seperti sedang menghadapi presentasi tugas ataupun skripsi, tentunya akan sangat merugikan waktu anda. Sebagai solusi, maka anda dapat mematikan fitur update otomatis tersebut supaya kita dapat mengendalikan penggunaan kuota internet anda.

Terdapat beberapa cara yang dapat anda lakukan agar dapat mematikan pengaturan sistem update otomatis pada Windows 10 dapat dimulai dengan menonaktifkan untuk sementara waktu sampai menonaktifkannya secara permanen. Saya sudah mencoba kedua cara tersebut serta di artikel ini akan dibagikan langkah-langkah yang telah terbukti berhasil untuk menonaktifkan sistem auto update di perangkat saya. Anda bisa mempunyai cara yang sesuai dengan kondisi tersebut. Mari dimulai dari yang sangat mudah.


Mematikan Sistem Update Otomatis pada Windows 10 Dengan Metered Connection
Langkah seperti ini yakni cara yang sangat mudah serta sangat direkomendasikan Microsoft untuk para pengguna internet yang memiliki kuota terbatas. Dengan cara mengatur metered connection, maka anda bisa menonaktifkan sistem Windows update dengan cara permanen di jaringan yang anda mau.


Berikut ini merupakan langkah untuk menonaktifkan sistem update otomatis pada windows 10 memakai fitur metered connection.

1. Buka menu Settings, caranya dengan melakukan klik menu Start kemudian klik Settings. Kemudian klik Network & Internet.



2. Pilihlah jaringan yang hendak diatur supaya tidak akan melakukan proses update secara otomatis di Windows 10. Kita bisa menonaktifkan sistem auto update untuk WiFi, Ethernet (yakni kabel LAN) ataupun Dial Up (yakni modem USB). Pada contoh ini, maka kita akan mengatur sistem jaringan WiFi ataupun MiFi. Maka saya klik WiFi.

3. Klik Manage known networks.



4. Pilih nama WiFi ataupun MiFi kemudian klik Properties.

5. Klik untuk Set as metered connection agar dapat mengaktifkannya di WiFi tersebut.



6. Pastikan bahwa pilihan untuk Download updates over metered connection yang diatur off yang ada di pengaturan Update & Security. Untuk dapat memastikannya maka silahkanlah kembali ke menu halaman awal Settings. Kemudian klik Update & Security.

7. Klik Advance options.

8. Pastikanlah bahwa pilihan anda untuk Download updates over metered connection sudah berada dengan posisi off.



Langkah tersebut di atas hanya untuk menonaktifkan terkait pembaruan yang akan terjadi di jaringan internet yang barusan diatur serta tidak akan berlaku untuk kondisi jaringan lainnya. Sehingga apabila anda ingin mematikan terkait pembaruan secara otomatis untuk semua jaringan yang dimiliki maka harus dapat melakukan seperti pengaturan di atas untuk setiap kali perangkat terhubung ke jaringan yang ada.

Fitur metered connection sangat sesuai untuk para pengguna yang menginginkan file update Windows namun memakai jaringan tertentu seperti WiFi gratis ataupun WiFi id. Anda dapat mengaktifkannya untuk semua jaringan yang ada, kecuali terhadap jaringan yang diizinkan.

Pengaturan dengan langkah pertama seperti ini memiliki sifat permanen. Saya telah mencoba hal ini selama 3 bulan berjalan, untuk hasilnya terkait seluruh pembaruan yang ada tidak akan diunduh dengan cara otomatis melainkan terdapat notifikasi terlebih dahulu. Akan tetapi anda akan tetap memperoleh pembaruan yang sifatnya sangat penting misalnya pembaruan keamanan. Jangan khawatir, umumnya untuk permbaruan keamanan memiliki ukuran kecil, akan lebih kecil dari kondisi ukuran video yang umumnya dilihat di YouTube. Apabila tidak ingin hal seperti ini terjadi dapat mencoba dengan cara 2 ataupun 3.

Untuk dapat mengaktifkan pembaruan terkait otomatis kembali maka anda hanya membutuhkan untuk mengembalikan pengaturan terkait status Set as metered connection yang diubah menjadi off.

Mematikan status dari Status Update Otomatis Windows 10 Dengan Memakai Group Policy Editor (gpedit)

Fitur gpedit hanya terdapat untuk versi dari Windows 10 Professional, Enterprise, maupun Education. Dengan memakai gpedit, maka anda dapat mematikan untuk pembaharuan dengan langkah paksa.


Berikut ini merupakan cara untuk melakukan disable terkait auto update windows 10 memakai gpedit.




Tekanlah tombol Windows + R pada keyboard untuk dapat membuka Run, kemudian ketik gpedit.msc, dan tekan Enter.

Bukalah Computer Configuration, kemudian klik Administrative Templates. Lalu pilihlah Windows Components, kemudian pilihlah Windows Update.

Klik kanan pada Configure Automatic Update kemudian klik Edit.

Pilihlah Enable, kemudian untuk Configure automatic updating maka pilih 2, yaitu Notify for download and notify for install agar dapat melakukan disable auto update Win 10.

Klik Apply kemudian klik Ok.

Pengaturan yang terjadi di atas akan mengaktifkan terkait pembaruan, namun hanya untuk bentuk notifikasi tanpa harus mengunduh dengan cara otomatis pembaruan yang tersedia. Berbeda halnya dengan cara yang pertama, untuk cara kedua ini akan berlaku untuk seluruh jaringan dengan cara permanen walaupun tanpa harus mengatur metered connection.

Cara seperti ini sesuai untuk semua pengguna sistem operasi Windows 10 Pro, Enterprise, maupun Education yang akan menghilangkan kondisi pembaruan dengan cara otomatis di seluruh jaringan yang ada. Apabila anda salah satu pengguna operasi sistem Win 10 Home, maka anda tidak akan dapat memakai cara seperti ini. Sebagai alternatif anda dapat melakukan cara ketiga yang sedikit menjadi lebih rumit.

Untuk dapat mengaktifkan kembali fasilitas pembaruan secara otomatis, maka kita hanya butuh untuk merubah terkait pengaturan pada Configure automatic updating berubah menjadi nomor 3 serta memilih ke pilihan Not Configured di gpedit.


Panduan Setting Update Windows 10 Mati Permanen dengan Regedit
Untuk para pengguna operasi sistem Windows 10 Home ataupun versi yang lainnya, maka untuk fitur regedit (Registry Editor) dapat dipakai agar dapat mematikan sistem auto update dengan cara permanen. Regedit adalah database yang dilakukan untuk menyimpan pengaturan-pengaturan yang dilakukan di Windows. Jadi dapat dikatakan kita akan melakukan perubahan pengaturan dengan cara langsung di database supaya menjadi lebih lebih leluasa.

Berikut ini yaitu cara untuk mematikan sistem update otomatis di windows 10 dengan cara permanen dengan regedit:

Buka Windows Run dengan cara tekan tombol Windows + R di keyboard. Ketik regedit kemudian tekan Enter.

Buka HKEY_LOCAL_MACHINE - SYSTEM - CurrentControlSet - Services - wuauserv di regedit tersebut.

Klik kanan Start kemudian klik Modify.
Untuk mematikan fasilitas update otomatis secara permanen, maka pilihlah Decimal untuk Base kemudian ubahlah Value data menjadi angka 4.
Kemudian klik OK.

Klik kanan pada ImagePath kemudian pilihlah Modify.
Lalu ubah isian Value data yang dari: 
%systemroot%\system32\svchost.exe -k netsvcs -p
menjadi:
%systemroot%\system32\svchost1.exe -k netsvcs -p.

Lalu klik OK.
Pengaturan pertama selesai, dan selanjutnya maka kita melakukan pengaturan yang lain untuk regedit.

Klik 2x di DependOnService kemudian ganti Value data yang berasal dari rpcss jadi rpcss1.
Lalu klik OK.

Bukalah HKEY_LOCAL_MACHINE - SYSTEM - CurrentControlSet - Services - WaaSMedicSvc.
Klik 2x di Start kemudian pilih Decimal. Setelah itu, gantilah Value data jadi 4.
Kemudian klik OK.

Klik 2x di ImagePath, lalu ubahlah Value data yang dari:
%systemroot%\system32\svchost.exe -k wusvcs -p 
menjadi:
%systemroot%\system32\svchost1.exe -k wusvcs -p.
Lalu klik OK.

Klik kanan pada DependOnService, lalu ganti Value data yang dari rpcss jadi rpcss1.
Kemudian klik OK.

Tutup regedit lalu restart Windows 10.


Langkah-langkah panduan di atas yang memiliki tujuan agar dapat mematikan layanan atau service Windows Update (wuauserv) untuk langkah ke-3 serta untuk mematikan sistem Windows Update Medic Service (WaaSMedicSvc) untuk panduan langkah-7. Caranya dengan cara mengubah value data jadi 4 yang berarti disabled. WaaSMedicSvc dipakai Windows untuk dapat melindungi service wuauserv serta untuk memperbaikinya apabila terdapat perubahan dari pengaturan ataupun gagal update. Sehingga kita pun menghentikan service itu di langkah-7.

Sedangkan untuk langkah 4 dan 8, maka kita lakukan supaya sistem Windows tidak akan mengeksekusi program tersebut secara benar. Dengan cara mengubah value data tersebut pada Windows, maka sistem akan mengeksekusi langkah aplikasi yang akan bersalahan, bahkan tidak terjadi. Begitu pun langkah 5 maupun 9 dibutuhkan untuk dapat mengubah dependensi service supaya tidak dijalankan.

Pengaturan dengan langkah 3 akan mengakibatkan kita menjadi tidak dapat menginstall aplikasi yang berasal dari Microsoft Store. Tapi jangan khawatir, anda masih dapat menginstall beberapa aplikasi seperti hal biasanya.


Untuk dapat mengaktifkan kembali terkait pembaruan otomatis, maka anda harus mengubah data value dari Start jadi 3 dan untuk masing-masing service dari wuauserv maupun WaaSMedicSvc yang ada di regedit. Selain itu, kita pun harus mengembalikan data value ImagePath yang ada di wuauserv menjadi:
%systemroot%\system32\svchost.exe -k netsvcs -p
maupun
ImagePath di WaaSMedicSvc
menjadi: 
%systemroot%\system32\svchost.exe -k wusvcs -p. 

Terakhir, anda juga harus segera mengembalikan layanan DependOnService menjadi rpcss di dua service tersebut.

Demikianlah panduan beberapa langkah cara untuk mematikan sistem update otomatis pada operasi sistem windows 10. Semoga dapat membantu anda. Terima kasih.

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya