Iklan Halaman Depan

Sunday, February 13, 2022

Cara Mengatasi Loading Lambat Pada Laptop Menjadi Super Cepat

Seiring dengan berjalannya waktu, maka kondisi perangkat laptop yang pada mulanya bekerja cepat untuk pertama kalinya, maka sekarang akan semakin lambat. Hal seperti ini juga sering dialami di laptop lama milik saya. Laptop tersebut memerlukan waktu untuk beberapa menit hanya dengan masuk ke sistem Windows padahal dahulunya hanya memerlukan beberapa detik. Tidak hanya itu saja, apabila membuka suatu aplikasi yang lumayan berat, maka aplikasi itu akan mendadak hang ataupun crash sampai menjadi not responding sampai mengganggu kondisi ketika menggunakannya.

Hal tersebut sangat sering terjadi di laptop yang memakai sistem Windows mulai dari sistem Windows 7, 8, dan 10. Sebelum mengulas lebih dalam, maka solusinya yakni kita harus dapat mengetahui mengapa laptop menjadi lambat? Laptop yang lemot bisa diakibatkan karena berbagai hal, apakah hal tersebut dari software ataupun hardware.

Beberapa penyebab dari laptop lambat untuk sistem Windows diantaranya yaitu:
  • Terlalu banyak Startup Program.
  • Penggunaan antivirus yang sangat berat.
  • Sangat banyak aplikasi yang sedang berjalan pada background.
  • Sistem operasi terkena virus.
  • Suhu laptop yang sangat panas karena tidak ada ventilasi udara laptop.
  • Hardisk yang bermasalah.
  • Hardisk yang penuh.
  • RAM terlalu kecil.


  • Menurut pengalaman, untuk penyebab yang sangat sering dialami ketika menangani laptop sendiri ataupun milik orang lain yaitu hardisk yang sedang bermasalah. Selain itu pemakaian aplikasi yang paling berat ketika startup misalnya aplikasi Antivirus pun sangat sering menyebabkan masalah seperti ini. Nah, selanjutnya kita akan membagikan pengalaman mengenai cara untuk memperbaiki supaya laptop menjadi tidak lemot.

    Berikut ini merupakan cara untuk mengatasi kondisi laptop menjadi lambat di sistem windows 7, 8 dan 10.


    1. Hapus Startup Program Yang Tidak Diperlukan
    Ketika laptop dinyalakan, maka akan dengan cara otomatis beberapa aplikasi yang terdapat di daftar pada sistem Startup Program akan dijalankan. Aplikasi itu bisa memperlambat kinerja laptop apabila jumlahnya sangat banyak. Oleh sebab itu kita pun harus menghapus beberapa aplikasi yang tidak dipakai di dalam daftar Startup Program.



    Untuk para pengguna sistem Windows 8 maupun sistem Windows 10, maka bukalah task manager. Caranya dengan menekan tombol pada keyboard CTRL + ALT + DEL. Kemudian pilihlah Task Manager. Klik tab Startup. Lalu disable seluruh software yang tak dibutuhkan ketika Windows dimulai dengan cara melakukan klik kanan di software yang ingin didisable tersebut kemudian klik Disable.

    Untuk para pengguna sistem Windows 7, maka tekanlah tombol pada keyboar yaitu Windows + R. Kemudian ketik msconfig. Kemudian klik tab Startup. Sesudah itu disable seluruh aplikasi yang tak diperlukan seperti langkah di atas.

    Sesudah itu restartlah laptop serta lihatlah apakah kondisi laptop anda telah normal untuk kecepatannya ataukah masih lambat. Apabila masih lambat, maka cobalah langkah selanjutnya.


    2. Hapus Aplikasi Yang Menjadi Penyebab Laptop Menjadi Lambat
    Software yang bisa mengakibatkan kondisi laptop menjadi lambat akan diketahui lewat Task Manager. Sebelumnya, tutup seluruh aplikasi yang telah terbuka supaya penyebab bisa diketahui secara pasti. Bukalah Task Manager lalu klik di tab Processes. Di sana terdapat status pemakaian CPU, memori maupun disk.



    Klik di status yang total konsumsinya mendekati 100% ataupun yang melebihi. Maka akan tampak aplikasi apa saja yang memakai resource (CPU, memori ataupun disk) yang paling besar.

    Apabila memang aplikasi itu tidak diperlukan, maka uninstall aplikasi itu. Namun apabila masih diperlukan silahkan memakai versi lama. Ini adalah pertanda bahwa aplikasi yang dipakai tersebut memerlukan resource yang pastinya lebih besar dari kondisi hardware yang dimiliki. Namun apabila aplikasi itu merupakan aplikasi dari sistem Windows, maka akan ditandai dengan tulisan Service ataupun wsappx. Sehingga kita tidak mampu untuk menghilangkannya namun dapat mencoba langkah selanjutnya.


    3. Defrag Hardisk Pada Laptop
    Defrag merupakan suatu fitur agar dapat menata seluruh file yang ada di hardisk supaya tidak terfragmentasi, sehingga bisa diakses secara cepat. Kita tidak perlu lagi khawatir. Karena untuk defrag tidak akan merusak ataupun menghilangkan data file yang disimpan.

    Buka File Explorer, lalu klik bagian sisi kanan pada Local Disk (C:). 
    Kemudian pilihlah Properties lalu Klik Tools. 
    Untuk para pengguna sistem Windows 7, maka klik pada Defragment Now, lalu klik Defragment Disk. 
    Bagi para pengguna sistem Windows 8 ataupun sistem Windows 10, maka klik pada Optimize lalu Klik Optimize.

    Apabila dirasa kurang cepat kita bisa coba langkah 4.


    4. Bersihkan File Sistem Lewat Disk Cleanup
    Fitur Disk Cleanup dapat membantu membersihkan seluruh file sistem yang tidak dipakai lagi yang bertujuan agar laptop menjadi lebih cepat. Ini merupakan fitur yang telah tersedia di sistem Windows. Sehingga tanpa lagi melakukan install aplikasi tambahan kembali.

    Bukalah File Explorer kemudian klik kanan untuk Local Disk (C:) lalu pilihlah Properties. Kemudian klik Disk Cleanup. Klik Clean up system files, sehingga sistem akan melakukan pemeriksaan terhadap file yang tidak bermanfaat di laptop. Centang seluruhnya kecuali Downloads. Karena hal ini apabila kita mencentang file yang ada pada folder itu pun akan dihapus. Kemudian klik OK. Maka proses untuk penghapusan segera berjalan. Apabila masih lemot juga maka cobalah langkah 5.


    5. Hapuslah File Yang tidak Dibutuhkan di Drive C
    Local Disk C biasanya ditempati oleh seluruh file untuk sistem Windows. Pastikanlah sisa kapasitas yang ada di disk C kapasitasnya tidaklah kurang dari 10%. Hal ini karena akan semakin besar pemakaian disk dapat memperlambat proses pada sistem Windows tersebut. Oleh sebab itu, maka kita harus segera menghapus file yang tidak dipakai pada disk C ataupun segera memindahkannya ke tempat disk lainnya.


    6. Ganti Antivirus Yang Lebih Ringan
    Beberapa pengalaman ketika mengatasi laptop lemot punya teman saya karena penyebabnya yaitu antivirus yang sangat berat serta jumlahnya pun lebih dari 1. Bahkan laptop itu memerlukan waktu sekitar 5 menit lebih untuk dapat masuk ke sistem Windows. Antivirus menjalankan proses dengan cara scan di background. Walaupun tidak dibuka, maka hal ini akan memperlambat laptop.

    Agar dapat mengatasinya, maka lakukan uninstall untuk sementara waktu terhadap antivirus yang dipakai kemudian cobalah untuk lihat hasilnya. Apakah laptop telah kembali normal ataukah masih lambat. Hal seperti ini tidak akan berlaku terahdap antivirus dari bawaan sistem Windows yakni Windows Defender ataupun seperti Microsoft Security Essentials. Apabila kita memakainya maka kita tidak menghapusnya.

    Sesungguhnya antivirus dari bawaan Windows telah cukup untuk dapat mengamankan laptop selama kita wajin update. Jangan pakai antivirus yang lebih dari 1.


    7. Scan Virus Dengan Antivirus Versi Terbaru
    Virus dapat menjadi penyebab terkait laptop menjadi lebih lambat. Akan tetapi, kondisi antivirus yang tidak dilakukan update secara rutin, maka tidak bisa mendeteksi kondisi virus tersebut. Oleh sebab itu, maka kita harus lebih rajin untuk melakukan update antivirus itu, kemudian melakukan scan seluruh file yang ada di dalam disk agar dapat membersihkan virus yang tersembunyi. Apabila masih belum dapat mempercepat kinerja laptop, maka silahkan dicoba langkah berikutnya.


    8. Matikan Visual Effect Pada Windows
    Secara default, maka windows yang dipakai mempunyai visual effect, sehingga hal ini terlihat menarik. Kita dapat mematikannya apabila tidak lagi mengutamakan tampilan.

    Klik kanan pada This PC ataupun My Computer kemudian klik Properties. Klik di Advanced system settings kemudian di Performance maka klik Settings. Pilihlah Adjust for best performance kemudian klik OK. Maka segala efek animasi, seperti shadow atau lainnya telah dimatikan.

    Cara itu cukup ampuh agar dapat mempercepat kinerja laptop namun apabila masih terasa sangat lambat, maka pilihan lainnya secara software yaitu dengan melakukan install ulang.


    9. Install Ulang Windows
    Dengan melakukan kondisi install ulang pada perangkat laptop, maka kita akan memperoleh performa Windows yang lebih fresh. Ini merupakan pilihan alternatif terakhir dari aspek software. Langkah seperti ini pasti dapat membuat kinerja laptop menjadi tidak lemot kembali selama tidak ditemukan masalah di sistem hardware. Namun apabila masih terasa lemot berarti terdapat masalah di hardware laptop. Silahkan coba langkah 10.


    10. Bersihkan Ventilasi Udara Laptop
    Apabila laptop sangat mudah menjadi panas ketika dipakai, maka hal ini suatu pertanda bahwa udara panas yang terjadi tidak bisa dikeluarkan secara baik. Cobalah diperiksa apakah terdapat ventilasi udara yang telah menghembuskan udara panas. Apabila tidak, maka artinya ventilasi itu telah tersumbat dengan partikel debu yang ada di dalamnya. Hal seperti ini pun sangat sering terjadi di laptop yang telah berumur serta sangat sering dialami saya sendiri.

    Apabila anda mempunyai keahlian membongkar laptop, maka silahkanlah dicoba untuk membersihkan sela-sela dari ventilasi itu sampai tidak ditemukan yang telah menyumbat jalur udara. Akan tetapi apabila tidak, maka cobalah dibawa ke tukang service center ataupun teknisi lainnya supaya dibersihkan.


    11. Ganti Hardisk Dengan SSD
    Hardisk sangat sering menjadi suatu penyebab laptop jadi lambat. Untuk dapat memastikannya, apakah kondisi seperti ini sedang dialami, maka bisa memeriksanya lewat Task Manager. Lihatlah pada bagian tab Processes. Apabila status Disk sangat sering mendekati 100% ataupun telah berwarna merah. Perhatikanlah gambar di cara nomor 2 di atas, maka hardisk adalah penyebabnya.

    Hal seperti ini pun pernah dialami oleh saya sendiri. Walaupun laptop masih baru dengan kondisi processor yang terbaru serta RAM terbesar namun apabila masih memakai hardisk, pastinya akan dapat membuat kondisi laptop menjadi lambat. Hal yang dapat terjadi yaitu bottleneck yang dimana seluruh proses dapat berjalan secara cepat namun media penyimpanan (hardisk) akan berjalan lambat.

    SSD mempunyai kecepatan yang tentunya jauh lebih tinggi dibadingkan dengan hardisk biasa. Akan tetapi, pastikanlah kita memakai jenis SSD yang sesuai. Apabila laptop telah mendukung sistem slot M2 NVME. Maka hal ini lebih baik memkaai SSD jenis NVME. Akan tetapi apabila tidak mendukung sistem slot M2 maka pakailah SSD yang berjenis SATA telah cukup lebih baik dan cepat.


    12. Tambahkan RAM Yang Lebih Besar
    Sistem operasi maupun software yang telah beredar sekarang ini biasanya memerlukan RAM yang lumayan tinggi. Oleh sebab itu supaya laptop menjadi tidak lemot, maka kita bisa menambahkan RAM di laptop. Kita pun bisa memeriksa apakah kondisi RAM yang dipakai masih kurang lewat Task Manager. Apabila status pemakaian Memory terlalu tinggi ataukah terlalu sering melewati 80%, maka harus meningkatkan RAM laptop tersebut.

    Itulah berbagai cara untuk dapat mengatasi laptop yang lambat menjadi baik lewat software maupun lewat hardware.

    BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

    Halaman Berikutnya