Iklan Halaman Depan

Saturday, February 5, 2022

Cara Install Ulang Windows 10 Khusus Pemula (Panduan Bergambar)

Windows 10 merupakan versi OS Windows paling baru yang telah diluncurkan pada tahun 2015z. Untuk saat ini telah menjadi suatu sistem operasi yang sangat banyak dipakai di seluruh dunia. Sebagian besar untuk jenis laptop keluaran paling baru telah mempunyai OS seperti ini di dalamnya. Tidak sedikit pula yang belum mempunyai OS maupun hanya memakai sistem DOS dengan bentuk tampilan teks berwarna hitam putih. Akan tetapi, tentu kita dapat melakukan instal Windows 10 di perangkat laptop DOS tersebut.



Maka dari itu disini akan dibahas terkait cara menginstall windows 10 dengan cara yang sangat mudah dilengkapi gambar. Kita juga dapat melakukan instal ulang Windows 10 di laptop maupun PC lama asalkan untuk spesifikasi dari PC maupun laptop yang lama tersebut telah sesuai dengan kondisi spesifikasi minimum yang diperlukan. Inilah syarat dari minimal yang diperlukan:

  • Processor: minimum 1 gigahertz (GHz).
  • RAM: minimum 1 GB untuk 32-bit dan minimum 2 GB untuk 64-bit.
  • Hardisk: 20 GB atau lebih.


  • Untuk tutorial ini, maka kita akan melakukan install ulang Windows 10 menggunakan flashdisk maupun DVD. Jadi silahkan dipilih salah satu, apabila telah mempunyai media instalasi seperti DVD Windows maka dapat memakai DVD. Tapi apabila tidak mempunyainya, maka anda dapat memakai flashdisk.

    Berikut yaitu cara melakukan install ulang Windows 10 menggunakan flashdisk ataupun DVD pada laptop, PC maupun komputer.

    1. Buat Media Install Windows 10 menggunakan USB Flashdisk ataupun DVD
    Cara instal ulang Windows 10 terdapat 2 yakni yang pertama yaitu menggunakan USB flashdisk serta yang kedua yaitu memakai DVD. Siapkan DVD Windows 10 apabila anda mempunyai DVD installer Win 10. Namun aapbila tidak memilikinya, maka lebih baik menggunakan flashdisk agar dapat melakukan install ulang windows.

    Apabila anda belum mempunyai media instalasi di flashdisk seperti berikut ini. Maka ada 2 langkah agar dapat membuat media instalasi di flashdisk. Pertama, memakai Media Creation Tool yang diluncurkan resmi oleh Microsoft. Kedua, memakai aplikasi Rufus.

    Cara Buat Media Install Sistem Windows 10 dengan Media Creation Tool
    Cara seperti ini sangat sesuai untuk anda yang masih belum mempunyai file ISO pada Windows 10. Proses seperti ini memerlukan koneksi internet yang sangat cepat serta akan menghabiskan kuota yang kurang lebih sekitar 4GB /karena akan melakukan download windows 10 dengan cara otomatis lewat Microsoft. Flashdisk akan diformat ulang, jadi data yang ada di dalam flashdisk tersebut akan hilang saat diformat. Maka dari itu, pindahilah semua data yang ada di dalam flashdisk tersebut.

    Unduhlah software media creation tool di halaman ini. Kemudian, tancapkanlah flashdisk di laptop ataupun komputer anda.

    Bukalah media creation tool yang sudah diunduh. 
    Kemudian, pilihlah Accept untuk melakukan persetujuan terkait perjanjian MICROSOFT SOFTWARE LICENSE TERMS. 
    Kemudian, pilihlah Create installation media (yakni seperti DVD, USB flash drive, or ISO file) for another PC.
    Lalu klik Next.



    Pada Language maka pilihlah English (United States).
    Pada Edition pilih Windows 10.
    Pada Architecture pilihlah 64-bit (x64).
    Klik Next.



    Kemudian pilihlah USB flash drive. 
    Lalu klik Next. 
    Selanjutnya klik di bagian flashdisk. 
    Klik Next.



    Tunggu sampai proses selesai.
    Klik Finish.


    Cara Buat Media Instalasi Windows 10 pakai Rufus
    Cara seperti ini sangat sesuai buat anda yang telah mempunyai file ISO Windows 10. Flashdisk akan diformat, sehingga anda harus memindahkan seluruh data file yang ada di flashdik anda tersebut terlebih dahulu.

    Unduhlah aplikasi rufus lewat situs resminya di halaman sini
    Lalu, colokkan flashdisk di perangkap laptop maupun komputer anda.

    Buka aplikasi rufus. 
    Pada Boot selection, maka pilihlah Disk or ISO image. 
    Kemudian klik Select. 
    Lalu carilah dimana file ISO windows 10 tersebut berada.

    Pada Image Option, maka pilihlah Standard Windows installation. 
    Pada Partition scheme, maka pilihlah GPT. 
    Pada Target system, maka pilihlah UEFI (non CSM).
    Pada Volume Label, maka isikanlah nama yang sesuai dengan keinginan anda.
    Pada File system, maka pilihlah FAT32.
    Kemudian klik Start.



    2. Ubah Pengaturan Boot Priority pada BIOS
    Colokkan flashdisk Windows 10 apabila ingin memakai flashdisk ataupun masukkan keping DVD windows 10, dan apabila ingin memakai DVD. 
    Kemudian, nyalakanlah laptop atau PC anda.

    Setelah layar menyala, maka segera anda tekan tombol ESC, DEL, F1 ataupun F2 yang ada di keyboard agar dapat masuk ke sistem BIOS. 
    Tombol yang akan ditekan pun akan berbeda-beda untuk setiap merk BIOS. 
    Akan tetapi untuk sebagian besar pada merk BIOS memakai tombol ESC. 
    Agar dapat mengetahuinya, maka silahkan dibaca ketika laptop sedang menjelang booting atau baru saja menyala (sesudah tombol power ditekan). Umumnya terdapat keterangan seperti Press DEL to setup ataupun keterangan dengan tombol lainnya pada keyboard sebelum anda masuk ke sistem OS.

    Sesudah berhasil masuk sistem BIOS, maka pilih Menu pengaturan Boot. 
    Untuk setiap merk BIOS mempunyai menu yang pasti berbeda-beda. Umumnya pengaturan Boot priority akan berada pada menu Boot. Untuk dapat mengarahkannya, maka kita dapat membaca terkait keterangan yang terdapat di bagian sisi ataupun di bagian bawah sistem BIOS. 
    Seperti di contoh pada bagian bawah ini, maka laptop saya memakai PhoinexBIOS serta cara untuk mengarahkannya pun memakai arah kanan ataupun kiri.



    Ubahlah booting pertama dengan pilihan USB ataupun Removable Devices. Hal ini apabila anda memilih sistem booting memakai flashdisk sebagai pilihan utama booting, maka sistem akan membaca flashdisk dahulu, baru yang lainnya. Atau apabila anda memakai kepingan DVD, maka ubahlah sistem boot untuk pilihan pertama jadi CD-ROM Drive. Hal ini pun akan berbeda untuk setiap BIOS. Pada contoh untuk kali ini, maka caranya yaitu pilihlah Removable Device apabila memakai flashdisk. Kemudian, sesuaikanlah keterangan yang ada di bagian kanan layar, dan anda harus memakai tombol + untuk dapat menaikkan pilihan tersebut menjadi posisi pertama.



    Lalu, simpanlah dan tutup BIOS dengan cara tekan tombol F10 sesuai dengan keterangan yang ada di bagian bawah layar BIOS tersebut.

    Laptop atau komputer anda akan restart otomatis.

    Tips:
    Apabila anda memakai laptop, maka pastikanlah kondisi baterai laptop anda telah penuh total supaya tidak mati ketika proses instalasi sedang berlangsung. Karena hal ini akan terjadi corrupt data (akibat instalasi tidak sempurna). Disarankan yang lebih baik agar melakukan charge laptop ketika melakukan instalasi.


    3. Mulai Proses Menginstall Windows 10
    Tekan enter ataupun sembarang tombol di keyboard untuk dapat memulai instal pada Windows 10 ketika menemukan tulisan pada bagian sudut kiri atas. Tulisannya adalah Press any key to boot from ....



    Ubahlah Time and currency format dengan pilihan Indonesian (Indonesia).
    Lalu klik Next.



    Klik Install Now agar dapat melanjutkan ke proses instalasi selanjutnya. 
    Lalu akan tampil jendela Activate Windows. 
    Klik "I don’t have a product key" apabila anda tidak mempunyai product key ataupun serial number original.
    Apabila anda mempunyai product key ataupun serial number yang telah dibeli resmi melalui Microsoft, maka anda bisa mengisikannya di kolom itu.



    Kemudian muncul tempilan yaitu Select the operating system you want to install.
    Silahkan pilih yang sesuai dengan keinginan anda. Rekomendasi saya yaitu pilihlah Windows 10 Pro kemudian klik Next.

    Kemudian akan muncul tampilan jendela yaitu Applicable notices and license terms. 
    Klik I accept the license terms sebagai persetujuan untuk dapat melanjutkannya.
    Lalu klik Next. 
    Kemudian pilihlah Custom: Install Windows only (advanced) agar dapat menginstal sistem operasi Windows 10 dengan cara clean install.


    4. Buat Partisi Pada Hardisk
    Ini merupakan proses yang sangat penting. Pada contoh di sini, maka kita akan melakukan install sistem Windows 10 pada SSD ataupun hardisk yang masih baru, sehingga tidak ditemukan adanya file maupun partisi yang ada di dalamnya. Dengan hardisk yang memiliki kapasitas 500 GB. Saya akan membagi perangkat hardisk menjadi 2 bagian partisi.

    Partisi C dengan kapasitas 128 GB untuk OS
    Partisi D untuk penyimpanan data penting memiliki kapasitas sisanya.
    Klik New agar melanjutkan dan membuat partisi kemudian isikanlah sesuai keinginan anda terkait GB partisi yang akan dibuat sebagai instalasi aneka program dan sistem OS. Sebagai contoh 100 GB, maka jika dikonversikan ke MB yaitu 102400. 
    Kemudian klik Apply.
    Kemudian klik OK untuk mengkonfirmasi.



    Maka akan dengan cara otomatis Windows membagi penyimpanan menjadi 2 partisi. 
    Pertama untuk dijadikan System Reserverd, yaitu sekitar 500 MB. 
    Kedua, partisi yang dibuat yakni 100 GB. Jadi jangan heran apabila tiba-tiba terdapat 2 partisi, padahal masih buat 1 partisi saja dan jangan langsung dihapus partisi pertama itu.

    Catatan: 
    Terkadang pada proses seperti ini akan gagal membuat partisi ketika sedang melakukan install di laptop yang sedikit tua usianya. Namun apabila anda sedang mengalaminya, maka solusinya yaitu memakai flashdisk jenis yang lama, jangan memakai USB flashdisk 2.0, 3.0 ataupun yang terbaru lainnya. Akan tetapi untuk jenis laptop yang baru, maka flashdisk apa saja dapat dipakai.

    Selanjutnya kita akan buat 1 partisi lagi. 
    Klik di drive pada bagian paling bawah yaitu Unallocated Space. Yaitu space yang masih belum dipakai untuk dibuat partisi (dapat disebut sebagai sisa partisi yang sebelumnya).
    Kemudian untuk Size jangan dilakukan perubahan. Hal ini karena kapasitas sisa yang telah tersedia.
    Kemudian klik Apply.



    Lalu klik di partisi yang ingin diinstall untuk sistem operasi windows 10. Pada contoh seperti ini, jika ingin menginstall pada Partition 2 yang telah sesuai dengan rencana tersebut di atas. 
    Jadi, klik di bagian Partition 2. 
    Lalu, klik Next.


    5. Tunggu Hingga Proses Penyalinan File Selesai
    Proses install windows ke dalam partisi hardisk dimulai. Proses seperti ini akan menghabiskan waktu lebih kurang 15 menit yang sesuai dengan kecepatan CPU, besarnya RAM serta kecepatan dari read-write hardisk perangkat. Proses yang menghabiskan waktu yang sangat lama yaitu nomor 2 yakni Getting files ready for installation. 
    Tunggu hingga selesai.



    Sesudah proses Installing updates anda selesai, maka perangkat laptop ataupun PC akan melakukan restart dengan cara otomatis.

    Sesudah restart dengan cara otomatis, maka jangan tekan tombol apapun yang ada di keyboard ketika muncul tulisan “Press any key to boot from…“. 
    Biarkanlah untuk proses selanjutnya berjalan dengan cara otomatis.

    Kemudian akan muncul tampilan loading Windows 10 yakni teks Getting ready yang kurang lebih terjadi 5 menit. Akan tetapi tentu hal ini akan sesuai dengan kecepatan komputer ataupun laptop. 
    Tunggu proses berjalan sampai komputer ataupun laptop restart kembali dengan cara otomatis.

    Terkadang untuk proses getting ready windows 10 yang lama ketika melakukan instal ulang. Hal seperti ini yaitu hal yang normal terjadi, khususnya apabila memakai laptop ataupun komputer produk lama. Akan tetapi apabila proses itu menghabiskan waktu sekitar lebih dari 30 menit, kemungkinan untuk hardisk ataupun komponen lain telah bermasalah.

    Sekali lagi diingatkan agar tidak menekan tombol apapun yang ada di keyboard ketika muncul tampilan “Press any key…”. 
    Maka proses akan lanjut ke sistem pengaturan Windows.


    6. Ubah Wilayah Pengguna
    Di tampilan Let’s start with region, maka pilihlah Indonesia supaya dapat menentukan wilayah anda berada di daerah negara Indonesia.
    Lalu klik Yes.


    7. Pengaturan Keyboard Layout Pengguna
    Di tampilan Keyboard layout. 
    Biarkanlah agar tetap US, hal ini karena untuk keyboard layout standart di negara Indonesia yaitu US. 
    Kemudian klik Yes.
    Pilih Skip untuk Want to add a second keyboard layout.


    8. Pengaturan Fitur Windows 10
    Untuk Let’s connect you to a network, maka pilihlah I don’t have internet apabila kita tidak mau memakai layanan internet sekarang ini. 
    Lalu muncul tulisan There’s more discover when you connect to the internet. 
    Pilihlah Continue with limited setup apabila kita tidak mau menyambungkan dengan layanan internet sekarang ini.

    Kemudian komputer akan melakukan restart dengan cara otomatis kembali. Sesudah restart, ketika “Press any key to boot from CD or DVD…”, maka jangan tekan apapun pada tombol keyboard. Dan proses pun akan dilanjutkan kembali.

    Lalu akan muncul tulisan Let’s connect you to a network lagi. Sekali lagi pilihlah I don’t have internet apabila anda tidak mau memakai layanan internet sekarang ini. Kemudian pilihlah Continue with limited setup.


    9. Buat Nama Pengguna dan Password
    Isi nama pengguna anda untuk sistem Windows 10 yang baru saja diinstall. Isikan nama yang sesuai dengan keinginan anda. Lalu klik Next.

    Kemudian isikanlah password apabila ingin memakai password ketika login, dan apabila tidak mau silahkan dikosongi saja. Kemudian klik Next.

    Kemudian untuk tampilan tulisan Do more across devices with activity history maka klik Yes. Untuk tampilan Choose privacy settings maka biarkanlah default kemudian klik Accept. Kemudian proses akan terus berlanjut dengan cara otomatis dan silahkanlah ditunggu serta jangan pula dimatikan komputer tersebut.

    Lalu anda akan dibawa menuju tampilan desktop Windows 10 yang masih baru saja anda install. Proses instal sudah selesai dan untuk Win 10 telah siap dipakai.

    Sesudah melakukan install Windows 10, maka selanjutnya anda harus melakukan install driver pada laptop ataupun komputer kita supaya semua perangkat misalnya webcam, VGA, audio, serta lainnya dapat berjalan dengan baik. 

    BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

    Halaman Berikutnya