Inilah Cara Untuk Membedakan Gejala COVID-19 Dengan Flu Biasa

Bagaimana cara untuk dapat membedakan gejala flu atau demam biasa dengan COVID-19? Gejalanya sepintas sama, artinya anda harus dapat menjalani serangkaian tes agar dapat mengetahuinya.
Di masa pra pandemi, apabila anda mengalami flu yang disertai dengan sakit kepala, maka tentunya anda hanya mengira bahwa kondisi anda saat ini sedang mengalami flu biasa serta sangat mungkin bahkan anda sering mengabaikannya, dengan cara menjalani kegiatan seperti biasanya, bahkan apabila nantinya anda merasa kondisi menjadi tidak enak badan. Tapi bagaimana kondisi anda saat ini dapat membedakan gejala antara flu biasa dengan COVID-19?


Intinya, tidak bisa. Karena meskipun kondisi gejala flu biasa atau demam yakni terasa sakit kepala, rasa sakit pada tenggorokan, serta pilek. Gejala-gejala seperti ini pun menjadi gejala-gejala utama dari masalah COVID-19.

Bukti yang telah berkembang dapat menunjukkan sangat jelas bahwa orang yang sudah menerima 2 (dua) dosis dari vaksin COVID-19 umumnya akan menunjukkan suatu gejala yang tidak begitu parah, misalnya bersin, sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan penciuman, dan pilek. Hidung berair serta rasa sakit kepala yakni suatu gejala terhadap banyak infeksi. Namun hal ini mungkin termasuk gejala pertama atau satu-satunya dari masalah COVID-19.
Meskipun gejala utama dari masalah COVID-19 yang sangat banyak dibahas yaitu kondisi demam yang tinggi, disertai kondisi batuk yang terus menerus menyerang, serta kehilangan kondisi indra penciuman ataupun indera perasa. Sedangkan untuk varian Delta mempunyai suatu gejala yang berbeda. Menurut independent.co.uk, di bawah ini terdapat gejala-gejala masalah dari COVID-19 yang sangat paling sering terjadi dan harus diwaspadai.


1. Sakit kepala
Meskipun rasa sakit kepala yaitu suatu gejala dari COVID-19 kurang dikenal. Hal ini merupakan salah satu dari tanda yang sangat awal serta lebih sering terjadi daripada masalah gejala batuk, demam, serta kondisi kehilangan indera penciuman. Studi yang menemukan bahwa sakit kepala yang diakibatkan oleh masalah COVID-19 lebih cenderung muncul rasa nyeri sedang sampai terasa berat. Hal ini dapat terjadi pada kedua sisi bagian kepala, dan dapat berlangsung yang mencapai lebih dari 3 hari, serta hal ini lebih cenderung menjadi kondisi resisten terhadap masalah dari obat penghilang rasa sakit biasa.

2. Hidung meler
Prevalensi COVID-19 yaitu faktor saat tingkat sedang tinggi. Hal ini kemungkinan pilek yang disebabkan oleh masalah COVID-19 yang tinggi. Namun, ketika tingkat COVID-19 yang masih rendah, maka pilek akan menjadi lebih rendah kemungkinannya yang disebabkan dari masalah COVID-19 serta hal ini akan lebih mungkin disebabkan akibat masalah pilek ataupun alergi.


3. Bersin
Bersin yang terjadi lebih dari umumnya dapat menjadi suatu tanda masalah COVID-19 terhadap orang yang sudah divaksinasi, meskipun masalah bersin jauh lebih mungkin terhadap terjadinya masalah tanda pilek ataupun alergi. Meskipun sangat banyak orang yang mengalami COVID-19 yang mungkin akan mengalami gejala bersin. Hal ini bukan dari suatu gejala yang sangat pasti karena gejala bersin sangat sering terjadi.

4. Sakit tenggorokan
Banyak orang dengan masalah COVID-19 telah melaporkan kondisi bahwa kondisi mereka ketika sedang mengalami sakit pada tenggorokan yang sering terasa sangat mirip dengan kondisi mereka yang sedang mengalami ketika masalah pilek ataupun masalah radang tenggorokan. Sakit tenggorokan berhubungan dengan masalah COVID-19 akan lebih cenderung terasa ringan serta dapat berlangsung yang terjadi tidak lebih dari sekitar 5 hari.


5. Hilangnya penciuman
Ini merupakana suatu dari masalah COVID-19 yang sangat terkenal yaitu meskipun orang yang sedang mengidap masalah COVID-19 kemungkinan tidak akan mengalami kehilangan maslaah indra penciuman mereka secara total, gejala seperti ini mungkin dapat berubah.

Alex Richter, yang merupakan profesor imunologi klinis yang berasal dari University of Birmingham juga telah mengemukakan bahwa tidak mungkin kita dapat membedakan secara detail masalah flu biasa (pilek) dengan masalah COVID-19. Secara klinis, maka keduanya dapat hadir dengan gejala yang sangat mirip. Hanya pengujian PCR yang mampu membedakannya.


BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya