Penyebab dan Gejala Masalah Nyeri Otot dan Cara Penanganannya

Pengertian Distonia

Distonia yaitu kelainan pergerakan. Yakni saat otot sedang mengalami suatu kejadian kontraksi yang tidak diharapkan kemudian menyebabkan suatu gerakan yang repetitif serta memutar. Kondisi ini akan mempengaruhi dari satu bagian pada tubuh (yakni distonia fokal), 2 bagian maupun lebih yang mempunyai hubungan (yakni distonia segmental), ataupun mempengaruhi keselurhan bagian yang terdapat pada tubuh (yakni distonia general).


Kontraksi otot (yaitu spasme) yang terjadi bisa ringan ataupun berat, serta bisa mempengaruhi kondisi kinerja dan kegiatan beraktivitas keseharian seseorang. Penanganan yang ditemukan bisa meredakan keluhan. Terkadang, untuk masalah pembedahan yang dipakai supaya bisa menghilangkan ataupun supaya bisa mengatur kinerja dari fungsi saraf ataupun untuk bagian tertentu yang terdapat di bagian organ otak yang ditemukan di individu yang sedang mengalami kondisi masalah distonia berat.

Penyebab Distonia
Penyebab penyakit distonia hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, telah diduga bahwa untuk kondisi seperti ini telah melibatkan perubahan terkait komunikasi diantara sel saraf yang ada di beberapa bagian organ otak. Selain itu, dari segi genetik yang diduga memiliki peran terhadap beberapa jenis masalah distonia.

Distonia bisa muncul terkait gejala dari kondisi suatu penyakit, hal ini yang termasuk:
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit Huntington
  • Penyakit Wilson
  • Cedera otak traumatik
  • Stroke
  • Tumor otak ataupun karena kelainan yang muncul di individu dengan masalah kanker
  • Kekurangan oksigen ataupun keracunan karbon monoksida
  • Infeksi, misalnya tuberkulosis ataupun ensefalitis
  • Reaksi terhadap pengobatan tertentu

Gejala Distonia
Distonia bisa mempengaruhi kondisi seseorang terkait cara-cara yang berbeda. Kontraksi otot yang terjadi dapat berupa:
  • Berawal dari suatu bagian tertentu, misalnya leher, lengan, ataupun tungkai. Distonia fokal muncul sesudah berusia 21 tahun biasanya berawal dari bagian area lengan, wajah, maupun bagian leher, serta mempunyai sifat fokal ataupun sifat segmental.
  • Timbul ketika melakukan hal yang tertentu, misalnya menulis.
  • Diperburuk karena kelelahan, rasa cemas, atau stres.
  • Menjadi lebih tampak seiring berjalannya waktu.
Bagian tubuh yang bisa mengalami kondisi seperti ini dapat mencakup... (baca selengkapnya)


BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya