Cara Mengatasi Masalah Depresi Yang Berlebihan Dengan Mudah

Pengertian Depresi
Depresi yaitu suatu kelainan pada suasana hati. Hal ini dapat menyebabkan suatu kondisi perasaan sedih maupun rasa hilang minat secara terus-menerus. Depresi umumnya akan mempengaruhi seseorang ketika berpikir maupun berperilaku. Kondisi seperti ini bisa menjadi pemicu banyak masalah fisik ataupun emosional.

Seseorang yang sedang mengalami masalah depresi, akan mengalami suatu masalah saat melakukan kegiatan sehari-hari. Bahkan sangat tidak jarang terhadap mereka yang merasa bahwa kondisi hidupnya telah tidak memiliki gunanya lagi. Meskipun begitu, pada seseorang yang kondisinya sedang mengalami masalah depresi. Maka hal itu bukan berarti seorang yang lemah. Hal ini karena masalah depresi adalah suatu jenis penyakit yang bisa disembuhkan.


Apabila dibiarkan, maka depresi bisa menimbulkan masalah yang komplikasi dan sangat berbahaya. Misalnya karena gangguan kecemasan atau panik bahkan fobia sosial. Orang yang sedang menderita depresi, maka akan lebih cenderung merasa terkucil di dunia sosial sehingga muncul keinginan bunuh diri. Selain itu, mereka juga sangat rentan menyakiti kondisi tubuhnya sendiri. Misalnya dengan cara memotong anggota bagian pada tubuh tertentu.

Depresi bisa bertambah menjadi lebih buruk jika tidak segera diobati. Depresi yang tidak segera diobati bisa menyebabkan beberapa masalah yang berhubungan dengan emosional, perilaku, serta berbagai masalah kesehatan. Hal ini dapat mempengaruhi segala segi kehidupan, bahkan dapat berujung terhadap kematian.


Penyebab Depresi
Sampai saat ini, masih belum ditemukan dengan pasti mengenai penyebab masalah depresi. Akan tetapi, penyakit seperti ini bisa dipengaruhi dari banyak faktor, misalnya:
  • Perubahan biologis. Orang-orang dengan masalah depresi akan mengalami beberapa perubahan fisik yang terjadi di dalam otak penderita. Perubahan yang dimaksud hingga saat masih belum bisa dijelaskan dengan pasti.
  • Ketidakstabilan reaksi kimiawi dalam otak. Dalam suatu penelitian yang dijumpai apabila zat-zat kimia yang terdapat di dalam otak mungkin memiliki peran karena terjadinya depresi. Perubahan yang ada pada zat kimia otak akan menyebabkan adanya perubahan kestabilan mood terhadap seseorang.
  • Perubahan hormon. Perubahan yang terjadi dalam keseimbangan hormon yang ada di dalam tubuh bisa menjadi pemicu terjadinya depresi. Perubahan hormon bisa terjadi ketika kehamilan. Kondisi ini dapat terjadi selama durasi beberapa minggu ataupun bulan sesudah persalinan, menopause, karena adanya masalah tiroid, ataupun beberapa kondisi lainnya.
  • Keturunan Keluarga. Depresi sangat sering terjadi terhadap orang-orang yang berada di dalam keturunan keluarga sedarah pun mempunyai kondisi seperti ini. Para peneliti sekarang ini masih berusaha untuk mencari gen yang kemungkinan memiliki keterlibatan penyebab depresi.

Selain beberapa faktor di atas, maka beberapa faktor seperti ini dapat menjadi potensi dalam meningkatkan resiko timbulnya masalah depresi terhadap seseorang, yaitu:
  • Memiliki kepercayaan diri yang sangat rendah serta terlalu ketergantungan terhadap orang lain, sangat sering menyalahkan diri sendiri, serta sering pesimis.
  • Mengalami kejadian traumatik atau menegangkan. Seperti pelecehan seksual ataupun karena penyiksaan fisik, kematian ataupun karena kehilangan orang yang sangat dicintai, memiliki hubungan yang sangat sulit dengan seseorang, ataupun karena masalah keuangan.
  • Mengalami masa trauma saat kecil ataupun masalah depresi yang dimulai terjadi ketika masa remaja ataupun anak-anak.
  • Memiliki identitas seksualitas yang berbeda misalnya biseksual, lesbi, homo, ataupun transgender yang ada di dalam kondisi situasi tidak mendukung.
  • Memiliki gangguan mental lain, misalnya karena gangguan makan, gangguan cemas, ataupun kondisi stres pasca trauma.
  • Ketergantungan dengan alkohol ataupun karena obat-obatan terlarang.
  • Penyakit kronik ataupun karena penyakit serius. Termasuk penyakit kanker, nyeri kronik, stroke, ataupun penyakit jantung.
  • Sedang masa pengobatan tertentu. Misalnya karena mengonsumsi beberapa jenis obat hipertensi ataupun jenis obat tidur. Beberapa ahli juga menemukan terkait hubungan depresi dengan karena konsumsi jenis obat-obatan pada kimiawi tertentu. Sebaiknnya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter jika ingin menghentikan segala jenis pengobatan apapun.


Gejala Depresi
Gejala-gejala depresi yang telah terjadi minimum sekitar selama dua minggu. Beberapa penderita dapat menderita masalah depresi cukup parah. Hal ini dapat menganggu aktivitas sehari-harinya. Seperti di sekolah, pekerjaan, aktivitas sosial, maupun di dalam berinteraksi ke orang lain. Sebagian penderita lainnya bisa merasakan kondisi tidak bahagia tanpa mengetahui dari alasannya.
Penyakit depresi bisa dialami oleh seseorang apabila orang tersebut minimal telah mengalami sekitar 5 dari beberapa gejala seperti berikut:
  • Perasaan murung atau tertekan sekitar hampir sepanjang hari, hal ini terjadi khususnya di pagi hari
  • Rasa lelah ataupun telah kehilangan energinya hampir di setiap hari
  • Perasaan tidak bermanfaat ataupun merasa bersalah hampir di setiap hari
  • Gangguan konsentrasi, ketidakyakinan
  • Mengalami kondisi susah tidur ataupun tidur berlebihan
  • Berkurangnya minat maupun ketertarikan terhadap segala aktivitas
  • Memikirkan mati ataupun ingin bunuh diri yang sering muncul secara berulang kali
  • Rasa gelisah atau menjadi lamban
  • Penurunan atau kenaikan berat badan signifikan


Diagnosis Depresi
Selain konsultasi ke dokter, agar dapat mendiagnosis masalah depresi juga dibutuhkan evaluasi mengenai psikologis oleh psikiater. Pasien akan menjawab serta mengisi banyak pertanyaan mengenai depresi.

Dokter akan melakukan beberapa langkah pemeriksaan secara fisik jika dibutuhkan. Depresi dapat diakibatkan karena adanya efek samping dari penyakit tertentu.

Oleh karena itu, maka dokter bisa melakukan suatu tes laboratorium misalnya pemeriksaan darah secara lengkap ataupun tes tiroid agar dapat mengetahui fungsi dari tiroid Anda

Kunci dari masalah depresi yaitu suatu kondisi terhadap suasana hati yang murung serta kondisi kehilangan minat terhadap beberapa aktivitas yang hal ini sebelumnya sangat Anda sukai. Untuk dapat menetapkan diagnosis mengenai masalah depresi, maka psikiater harus memerhatikan beberapa tanda yang ditemukan, setidaknya sekitar dua minggu.

Pengobatan Depresi
Sampai sekarang ini masih belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan serta menghilangkan masalah depresi. Para penderita masalah depresi sangat dianjurkan agar selalu rutin mengonsumsi jenis obat depresi serta selalu melakukan konseling ke psikologis. Cara ini telah terbukti efektif terhadap sebagian besar masalah orang dengan mengalami depresi.

Jika Anda sedang mengalami masalah depresi yang sangat berat, maka segeralah Anda dirawat di RS atau dengan mengikuti serangkaian program terapi dengan rawat jalan hingga gejala membaik. 

Selain mengonsumsi jenis obat depresi, maka penderita masalah depresi juga bisa mengikuti psikoterapi. Psikoterapi yaitu istilah yang umum untuk dapat mengatasi masalah depresi dengan cara membicarakan mengenai kondisi serta masalah-masalah mengenai dokter ataupun konselor Anda. Psikoterapi dikenal dengan terapi bicara ataupun terapi psikologis.


Pencegahan Depresi
Belum ditemukan cara yang efektif mampu mencegah masalah depresi. Namun, Anda masih bisa melakukan beberapa hal seperti berikut ini yang kemungkinan bisa memiliki manfaat untuk anda seperti:
  • Lakukan beberapa langkah mengenai pengendalian masalah stres, agar dapat meningkatkan mengenai ketahanan serta rasa percaya diri Anda.
  • Dekatkan diri anda dengan hubungan keluarga atau kerabat, teman, khususnya ke masa-masa yang sangat sulit, agar bisa menolong dalam melewatinya.
Segera temukan pengobatan ketika tanda masalah depresi di awal muncul, agar bisa menolong serta mencegah masalah depresi yang bertambah berat.

Pertimbangkan agar memperoleh terapi terhadap pemeliharaan jangka yang panjang agar dapat mencegah dari gejala masalah depresi yang muncul kembali.


Tip Meringankan Depresi
Depresi memang sudah termasuk ke kategori penyakit yang masih belum dijumpai penyembuhnya. Namun jika telah terlanjur menderita penyakit depresi bisa melakukan banyak langkah tindakan agar dapat meringankan gejala masalah depresi, seperti:
  • Jangan berhenti mengkonsumsi obat depresi berkonsultasi ke dokter. Menghentikan pengobatan yang dilakukan dengan mendadak ataupun telah lupa dalam meminum dosis obat bisa menyebabkan masalah terhadap gejala mirip dengan gejala putus obat serta bisa memperburuk kondisi gejala depresi.
  • Bila kondisi Anda sedang hamil ataupun sedang menyusui. Maka beberapa obat antidepresan bisa menjadi risiko terhadap janin ataupun anak yang kondisinya masih menyusui. Bicaralah ke dokter jika kondisi sedang hamil ataupun sedang menyusui.
  • Jalani hidup secara sederhana. Mungkin harus mengizinkan terhadap diri sendiri agar melakukan hal lebih sedikit mengenai pekerjaan ataupun aktivitas jika dirasa lelah atau lemah.
  • Tulislah buku harian agar dapat memperbaiki kondisi suasana hati Anda.
  • Bacalah buku ataupun situs halaman internet yang bisa membantu Anda menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Jangan mengurung diri ataupun memisahkan diri anda dari berbagai aktivitas sosial.
  • Temukan beberapa aktivitas untuk bersantai serta pengendali untuk mengatasi stres.
  • Jangan membuat keputusan yang sangat penting ketika sedang merasa kecewa ataupun mengalami hal murung karena kemungkinan sedang mengalami hal yang tidak berpikir jernih.

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya