Waspada Demam Yang Seperti Ini. Wajib DIketahui Bersama...!!! °

Pengertian Demam
Demam merupakan suatu kondisi yang dimana meningkatnya suhu tubuh melebihi rata-rata suhu harian.

Orang dewasa yang dianggap demam jika untuk pengukuran suhu oral (yakni yang diukur lewat mulut) mencapai lebih 38°C. Atau dengan pengukuran suhu rektal (yakni diukur lewat anus). Atau juga yang dilakukan pengukuran lewat telinga yang melebihi 38,3°C. Akan tetapi hal ini sangat sering menjadi perhatian apabila suhu yang berubah pada tubuh telah menyentuh tingkat suhu lebih dari 39,4°C.


Sementara itu, untuk anak maupun balita yang dianggap demam jika kondisi suhu rektalnya lebih dari 38°C. Suhu tubuh yang telah meningkat meskipun sedikit bisa dianggap sebagai suatu tanda infeksi yang sangat serius.

Demam bukanlah suatu penyakit. Hal ini melainkan gejala dari suatu penyakit yang telah mendasarinya. Banyak ahli yang telah menyebutkan bahwa kondisi demam adalah suatu mekanisme mengenai pertahanan tubuh. Yaitu pertahanan tubuh untuk melawan infeksi. Oleh sebab itu, orang dengan segala usia bisa mengalaminya.

Komplikasi yang bisa muncul akibat dari demam yakni masalah dehidrasi berat, halusinasi, bahkan kondisi kejang demam. Kejang demam dapat terjadi untuk anak usia sekitar 6 bulan sampai 5 tahun.




Penyebab Demam
Demam memang sangat mudah untuk diukur. Akan tetapi untuk menentukan penyebab demam termasuk kategori sulit. Biasanya, kondisi seperti ini adalah suatu respons terhadap:
  • Infeksi. Hal ini adalah penyebab demam yang sering terjadi. Infeksi yang sangat umum menyebabkan demam seperti akibat infeksi yang terjadi pada saluran napas atas, paru-paru, saluran pencernaan, maupun saluran kemih
  • Efek samping obat. Misalnya obat antibiotik, narkotik, antihistamin
  • Trauma ataupun cedera berat. Misalnya serangan jantung, stroke, bahkan luka bakar
  • Penyakit noninfeksi. Misalnya kanker, gangguan tiroid, penyakit autoimun, maupun radang sendi
  • Efek samping imunisasi pada anak

Kemungkinan dokter akan menyarankan langkah pemeriksaan. Seperti pemeriksaan darah, urine, maupun rontgen dada untuk dapat memastikan penyebab demam.


Gejala Demam
Tergantung dari penyebabnya, untuk beberapa gejala maupun tanda yang bisa menyertai demam yaitu:
  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Hilangnya nafsu makan
  • Rasa lemas
  • Dehidrasi

Demam tinggi yang terjadi antara 39,4°C hingga 41,1°C bisa menyebabkan masalah halusinasi, gelisah, disorientasi, kejang, bahkan syok akibat dehidrasi.


Diagnosis Demam
Untuk dapat mengetahui pada seseorang terkait masalah demam ataupun tidak. Maka hal ini perlu dilakukan langkah untuk pengukuran suhu tubuh dengan termometer. Suhu tubuh biasanya diukur lewat mulut (oral), ketiak, telinga, anus (rektal), maupun dahi. Hasil yang diperoleh sangat bervariasi. Hal ini tergantung dengan lokasi pengukuran suhu.

Berikut ini merupakan perbandingan suhu secara umum:
  • Rata-rata suhu oral normal yaitu 37°C
  • Suhu rektal (anus) maupun telinga akan lebih tinggi sekitar 0,3°C sampai 0,6°C jika dibandingkan dengan suhu oral
  • Suhu ketiak maupun dahi umumnya akan lebih rendah sekitar 0,3°C sampai 0,6°C jika dibandingkan dengan suhu oral


Pengukuran lewat ketiak, telinga, maupun dahi akan lebih mudah dilakukan jika dibandingkan dengan pengukuran lewat anus dan mulut. Akan tetapi hasilnya kurang akurat. Pada bayi maupun balita sangat dianjurkan untuk dilakukan pengukuran lewat rektal atau oral.

Di kala sehat, maka ukurlah suhu tubuh anda di pagi hari maupun di malam hari. Hal ini akan sangat membantu seseorang untuk dapat mengetahui kondisi rata-rata suhu kondisi basalnya (yakni suhu terendah saat normal). Sehingga jika terdapat sedikit peningkatan bisa menjadi suatu tanda terjadi sesuatu yang ada di dalam tubuh. Suhu tubuh normal sangat bervariasi, kurang lebih sekitar 0,6oC dalam sehari.

Untuk dapat memperoleh hasil dari pengukuran suhu tubuh dengan akurat, maka sebelum anda melakukan pengukuran sebaiknya anda menunggu paling sedikit sekitar 20–30 menit sesudah beraktivitas merokok, makan, ataupun aktivitas mengkonsumsi minuman panas ataupun yang dingin, serta paling tidak diambil 1 jam sesudah berolahraga ataupun mandi dengan air panas.


Pengobatan Demam
Penanganan demam yang cukup spesifik akan sangat bergantung terhadap penyebab maupun usia para penderitanya. Tidak semua demam harus diatasi. Hal ini karena merupakan tanda bahwa terjadi sesuatu yang tidak normal yang ada di dalam tubuh.

Demam juga sesungguhnya dibutuhkan. Karena suhu tubuh yang telah meningkat dapat memperbanyak kadar jumlah zat pertahanan yang ada di tubuh sehingga untuk bakteri maupun virus akan sangat sulit berkembang biak.


Penanganan demam di rumah
Penanganan demam yang dapat dilakukan di rumah yaitu:
  • Menjaga kecukupan cairan tubuh. Demam bisa menyebabkan kondisi kehilangan cairan yang ada di dalam tubuh secara signifikan sehingga sangat berpotensi untuk mengalami dehidrasi. Karena itu, untuk orang yang sedang demam sangat dianjurkan untuk sering minum air putih. Minum air putih yang paling baik yaitu minimum 8 gelas sehari, dan mengonsumsi oralit, jus, ataupun air kaldu. Cairan-cairan ini bisa menggantikan kandungan air, garam, maupun ion-ion yang ada di dalam tubuh akibat hilang karena demam.
  • Batasi aktivitas, dan istirahat yang cukup
  • Usahakan suhu ruangan tetap sejuk. Pakailah pakaian yang longgar serta nyaman. Hindari memakai selimut yang terlalu tebal ketika tidur. Hal ini karena akan dapat membuat kondisi suhu tubuh anda semakin meningkat.
  • Kompres atau mandi air hangat.
Demam sering menyebabkan kondisi tidak nyaman. Terutama terhadap anak-anak. Karena itu, obat penurun panas misalnya parasetamol yang bisa dipakai. Perlu diingat bahwa untuk obat seperti ini hanya akan mengatasi kondisi gejala demam saja. Yang dimaksudkan bukan untuk mengatasi suatu penyakit yang telah mendasarinya.

Mengkonsumsi obat penurun panas biasanya kurang disarankan terhadap demam yang cukup ringan (yakni di bawah 38,3°C). Hal ini bertujuan agar dapat menyamarkan gejala pada suatu penyakit serta untuk mempersulit penentuan penyebab dari demam.


Kapanlah harus ke dokter?
Demam yang terjadi pada anak maupun balita kemungkinan bukanlah yang disebabkan oleh adanya suatu penyakit yang sangat serius jika suatu kondisi umum pada anak masih baik. Tanda-tanda dari kondisi anak yang masih baik, yaitu:
  • Kontak mata yang baik
  • Berespons baik terhadap ekspresi orang tua maupun suara
  • Mampu makan, minum, serta bermain
Pada orang dewasa, maka segera kunjungi dokter khususnya jika ditemukan demam:
  • Saat hamil
  • Baru saja kembali pulang dari daerah yang merupakan endemis penyakit infeksi. Misalnya dengue, malaria, dan demam kuning
  • Baru saja pulang dari rumah sakit, akibat menjalani operasi, ataupun karena prosedur medis lainnya
  • Sering mengalami infeksi
  • Sedang masa kemoterapi (khususnya jika suhu oral melebihi 37,8°C sekitar lebih satu jam, ataupun lebih dari 38,3°C dengan satu waktu)
  • Mempunyai riwayat penyakit. Misalnya diabetes, lupus, penyakit jantung, kanker, ataupun masalah anemia sel sabit.


Kondisi-kondisi seperti berikut ini juga membutuhkan pemeriksaan dokter segera, yaitu:
  • Demam mencapai > 39,4°C.
  • Demam yang berlangsung sekitar lebih dari 3 hari ataupun hilang kemudian muncul kembali selama > 7 hari.
  • Mengalami demam yang disertai dengan salah satu ataupun lebih gejala berikut:
    • Ruam kemerahan pada kulit
    • Kesulitan bernapas/nyeri dada
    • Nyeri kepala/nyeri leher berat
    • Kejang atau gangguan kesadaran
    • Muntah/diare hebat
    • Nyeri hebat yang terjadi di bagian perut/pinggang/punggung
    • Sangat lemas/gelisah
    • Nyeri saat berkemih
    • Mengalami kelemahan otot atau terjadi penurunan sensasi perabaan
    • Gejala lain yang terjadi tidak seperti biasanya, ataupun telah membuat cemas


Pencegahan Demam
Demam bisa dicegah dengan cara mengurangi paparan terhadap suatu penyebab infeksi. Berikut ini tindakan yang dapat dilakukan:
  • Mencuci tangan sebelum maupun sesudah makan. Setelah memakai toilet, sesudah mengunjungi orang sakit, sesudah kembali dari pusat keramaian, selama dalam perjalanan ketika berada di transportasi umum, sesudah merawat hewan peliharaan.
  • Cuci tangan dengan benar memakai sabun serta air mengalir
  • Selalu bawa tisu basah ataupun gunakan hand sanitizer ketika bepergian
  • Hindari menyentuh bagian hidung, mulut, ataupun mata. Terutama saat sedang batuk-pilek. Ketiga bagian ini adalah jalan utama virus ataupun bakteri masuk serta dapat menyebabkan infeksi
  • Tutupi mulut saat batuk, maupun hidung saat bersin
  • Pakai masker saat mengalami batuk maupun pilek supaya tidak menularkan ke orang lain
  • Hindari memakai alat-alat makan yang bersamaan dengan orang lain


BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya