Masalah Dehidrasi? Bahayakah?

Pengertian Dehidrasi
Dehidrasi adalah suatu kondisi mengenai jumlah cairan yang telah keluar dari dalam tubuh yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah cairan yang masuk. Hal ini bisa terjadi karena adanya asupan cairan yang telah berkurang ataupun pengeluaran cairan yang telah berlebih.

Pengeluaran cairan yang berasal dari dalam tubuh dapat terjadi lewat keringat, air mata, buang air kecil, muntah, maupun buang air besar.

Seseorang yang telah mengalami dehidrasi memerlukan penanganan dengan segera untuk dapat mencegah komplikasi yang bisa muncul.

Beberapa kelompok yang telah lebih berisiko untuk dapat mengalami dehidrasi yakni:
  • Bayi dan anak. Hal ini karena berat badan dengna kondisi rendah akan dapat membuat bayi maupun anak yang menjadi lebih sensitif. Hal ini karena terhadap adanya kekurangan cairan dengan kondisi tingkat volume yang lebih sedikit.
  • Individu lanjut usia
  • Individu dengan penyakit jangka panjang misalnya diabetes
  • Atlit olahraga. Hal ini karena bisa kehilangan cairan tubuh yanga ada di dalam tubuh dengan jumlah banyak sesudah beraktivitas olahraga dengan jangka waktu yang cukup lama dan produksi keringat secara berlebih



Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi yang bisa disebabkan oleh adanya berbagai jenis penyakit. Seperti penyakit diare, muntah-muntah, luka bakar, demam, kelainan ginjal, ataupun masalah penyakit lainnya. Selain itu, dehidrasi juga bisa muncul sebagai akibat dari masalah hal lain, seperti konsumsi alkohol, produksi keringat yang telah meningkat sesudah beraktivitas olahraga ataupun beraktivitas berat, serta berbagai hal lainnya.


Gejala Dehidrasi
Dehidrasi bisa menyebabkan munculnya beberapa tanda serta gejala, di antaranya adalah:
  • Rasa haus yang berlebih
  • Kulit kering
  • Mata kering
  • Bibir dan mulut kering
  • Rasa lelah
  • Kepala terasa pusing
  • Penurunan frekuensi maupun jumlah buang air kecil
  • Buang air kecil memiliki warna kuning pekat
  • Penurunan berat badan
  • Mata cekung
  • Tekanan darah menurun
  • Denyut nadi meningkat

Tanda maupun gejala yang telah terjadi juga bisa dipakai untuk dapat menentukan perkiraan tingkat keparahan dehidrasi, yaitu dehidrasi ringan hingga sedang ataupun dehidrasi berat.

Selain itu, tanda serta gejala dehidrasi pun bisa berbeda yang sesuai dengan usia. Misalnya, yang telah terjadi di usia bayi serta anak. Masalah dehidrasi bisa dicurigai apabila tidak ditemukan air mata ketika menangis, anak rewel, ubun-ubun mengalami cekung, ataupun sebagainya.

Sedangkan, terhadap orang dewasa, maka gejala yang telah diamati bisa berupa rasa lelah, rasa pusing, urine berwarna kuning pekat, atau sebagainya.


Diagnosis Dehidrasi
Menentukan diagnosis dehidrasi bisa menurut tanda maupun gejala yang diamati. Seseorang yang sedang mengalami dehidrasi biasanya mempunyai tekanan darah rendah, produksi air kemih yang mengalami kurang serta memiliki warna kuning pekat, denyut nadi yang cepat, atau sebagainya.

Selain itu, bisa dengan melakukan pemeriksaan darah untuk bisa mengamati dijumpai kandungan elektrolit yang terdapat di bagian dalam tubuh yang bisa menurun serta fungsi dari ginjal apabila diperlukan, serta untuk dilakukan pemeriksaan air kemih agar bisa melihat dijumpai dehidrasi maupun tingkat dehidrasi tersebut.

Setelahnya, sangat penting untuk dapat menentukan penyakit yang bisa menyebabkan munculnya dehidrasi.

Diagnosis dari penyakit bisa ditentukan melalui wawancara medis maupun dengan cara pemeriksaan fisis yang dilakukan langsung dengan cara menyeluruh. Hal ini sesuai dengan tingkat keluhan yang sudah dialami oleh pasien, serta dengan adanya pemeriksaan penunjang tertentu apabila diperlukan.


Pengobatan Dehidrasi
Penanganan terkait masalah dehidrasi sangat bergantung terhadap kondisi usia, dan tingkat keparahan, serta penyebab masalah dari kondisi masalah dehidrasi tersebut.

Pada kondisi terhadap dehidrasi ringan maupun sedang yang dimana asupan makanan maupun minuman masih baik. Sedangkan untuk bayi maupun anak yang sedang mengalami dehidrasi karena masalah diare, muntah, ataupun demam, bisa dilakukan dengan cara pemberian cairan rehidrasi oral yang telah sesuai dengan instruksi dari dokter.

Cairan ini memiliki kandungan campuran air serta garam dengan proporsi spesifik untuk dapar menggantikan baik ciaran dalam tubuh maupun elektrolit yang telah hilang. Pada orang dewasa, maka bisa dapat disarankan untuk dapat meningkatkan asupan air serta cairan lainnya.

Pada kondisi dehidrasi berat, maka untuk penanganan bisa dilakukan segera di rumah sakit menggunakan cairan maupun garam yang bisa diberikan lewat intravena (melalui infus).

Dengan cara ini, maka penggantian cairan maupun elektrolit yang hilang bisa lebih cepat serta juga termasuk cara yang efektif jika asupan lewat mulut ataupun saluran cerna yang tidak memungkinkan.


Pencegahan Dehidrasi
Mencegah dehidrasi bisa dilakukan dengan cara memastikan bahwa asupan cairan akan selalu tercukupi. Asupan air yang telah dianjurkan yaitu sekitar 2.000 hingga 2.500 ml di setiap harinya. Akan tetapi, hal ini bergantung dengan usia, asupan lain, jenis kelamin, dan ditemukan atau tidaknya penyakit tertentu.

Karena tingkat aktivitas maupun produksi keringat sangat berbeda terhadap setiap individu. Maka asupan air yang diperlukan pada setiap harinya juga bisa berbeda. Seseorang yang melakukan aktivitas olahraga dianjurkan untuk dapat meningkatkan asupan cairan agar dapat menjaga keseimbangan cairan serta cairan elektrolit yang ada di dalam tubuh.

Selain itu, seseorang yang mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi, seperti individu yang sedang bekerja di bawah sinar matahari di sepanjang hari. Atau seseorang yang sedang mengalami kondisi muntah ataupun diare, maka bisa meningkatkan asupan cairan untuk dapat mencegah munculnya dehidrasi.


BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya